Sabtu, 18 Juli 2026

Belasan Siswa di Kawali Diduga Keracunan MBG, Bupati Ciamis Minta Pengawasan Dapur Diperketat

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:55 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya (kaos merah) menjenguk siswa yang diduga keracunan MBG di Kawali (Ist)
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya (kaos merah) menjenguk siswa yang diduga keracunan MBG di Kawali (Ist)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Usai pulang dari dinas luar kota di Jakarta, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya langsung meluncur ke Kecamatan Kawali pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Kehadirannya untuk menjenguk para siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Peristiwa ini menimpa siswa dari dua sekolah, yakni SDN 1 Sindangsari dan MI PUI Pogorsari.

Berdasarkan data yang diterima, total populasi berisiko mencapai 398 siswa, dengan jumlah penderita sebanyak 14 orang.

Baca Juga: Bupati Ciamis Ancam Tutup Permanen Dapur MBG jika Terbukti jadi Penyebab Keracunan di SMPN 4 Pamarican

Di SDN 1 Sindangsari, seluruh 98 siswa menerima jatah MBG. Dari jumlah tersebut, 12 siswa mengalami keluhan sakit perut, pusing, dan mual.

Setelah dilakukan penanganan medis, dua siswa dinyatakan sembuh, sementara 10 orang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kawali.

Sedangkan di MI PUI Pogorsari, dari total 293 penerima MBG, dua siswa dilaporkan mengalami gejala serupa. Keduanya sempat dirawat di Puskesmas Kawalimukti dan kini sudah pulih serta dipulangkan.

Bupati Herdiat mengaku sangat prihatin atas musibah ini, terlebih karena menimpa anak-anak sekolah dasar dan madrasah yang seharusnya mendapatkan manfaat dari program MBG.

Baca Juga: Dukung Asta Cita Pemerintah dan Program 3 Juta Rumah Layak Huni, BRI Akselerasi Penyaluran KPR FLPP

“Saya sangat prihatin dan kasihan terhadap anak-anak. Awalnya mereka sehat, setelah mengonsumsi menu MBG justru sakit. Ini tentu tidak boleh terulang lagi,” tegas Herdiat saat menjenguk korban.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya pihak penyedia makanan atau Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG) untuk lebih disiplin dalam mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Herdiat juga meminta BGN turun tangan lebih tegas dengan memperketat pengawasan terhadap dapur atau penyedia MBG yang ada di Ciamis.

“Saya harap BGN bertindak tegas dan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap SPPG maupun dapur pengolah. Jangan sampai anak-anak kita kembali menjadi korban,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X