Tetap Salat Meski Terhimpit Bangunan
Syahlendra Haical alias Haikal (13) sempat terjebak di reruntuhan ponpes selama 2 hari lamanya.
Saat momen mencekam itu, petugas rescue mengecek keberadaan dua santri, yakni Haikal dan satu orang lagi bernama Yusuf (16).
"Semuanya sakit," kata Haikal dari balik reruntuhan pada Selasa, 30 September 2025.
Petugas sempat berusaha menarik Haikal, tetapi santri remaja itu langsung berteriak kesakitan karena pinggangnya tertimpa beton.
Haikal akhirnya berhasil dievakuasi pada Rabu, 1 Oktober 2025 sore dan langsung dirawat di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Setelah diselamatkan dari balik reruntuhan dan terlihat mulai lebih segar di ranjang rumah sakit, Haikal menceritakan momen terakhir yang diingatnya sebelum insiden itu terjadi.
Haikal menuturkan dirinya sempat mengajak temannya untuk menunaikan salat bersama. Nahas, temannya itu kemudian meninggal. Tepat di sebelah Haikal.
Di rumah sakit, Haikal menceritakan pengalamannya selama dua hari di bawah puing-puing. Meski dalam kondisi terbatas, Haikal mengaku tetap menunaikan salat dalam posisi berbaring.
Santri asal Probolinggo itu juga sempat mengajak teman di bawah reruntuhan untuk salat bersama.
Temannya masih menyahut saat Isya. Namun saat salat Subuh, temannya tidak lagi bersuara. Saat itulah Haikal tahu temannya sudah tidak bernyawa dalam posisi sujud.
Baru Sadar Ponpes Ambruk Setelah Dievakuasi