berita

Petani Milenial di Demak Ijo Karangnongko Klaten Panen Biji Melon Inthanon, Omzet Menggiyurkan Capai Jutaan Rupiah

Selasa, 23 September 2025 | 18:02 WIB
Sejumlah petani milenial panen buah melon yang diambil bijinya untuk pembenihan di Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)

"Memang tujuan awal khusus pembenihan."

Baca Juga: Resep Es Teh Jumbo yang Enak, Wangi dan Menyegarkan, Cocok untuk Ide Jualan Rp 3 Ribuan Auto Cuan Berlimpah

"Harganya lebih mahal kalau buat benih daripada konsumsi, selain itu resiko tanaman benih sama konsumsi beda."

"Bedanya kalau benih kecil bisa dapat hasil, kalau konsumsi kecil ruginya lumayan."

"Kelompok ini yang dibutuhkan hanya bijinya saja, kalau buahnya dibagikan ke warga sekitar."

"Ada yang dikonsumsi pakan ternak ada yang buat keripik dan macam-macam," ucap Maryono kepada Portaloka.id beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Ratusan Orang Ikut Makan Gratis di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Menunya Ada Ayam Kecap inga Tumis Kacang

Sementara itu, Kepala Desa Demak Ijo, Ery Karyatno mengatakan hingga kini total anggota petani milenial mendapai 20 orang.

Dalam pengembangan, pihak desa dan petani milenial sudah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan untuk menampung dan mengolah biji melon jadi benih siap jual.

Setelah melalui proses pengolahan, harga 1 gram benih melon berkisar Rp 100 ribu.

Sehingga, keuntungan bisa naik 3 hingga 4 kali lipat dibandingkan dengan menanam melon untuk konsumsi.

Baca Juga: Presiden Prabowo di KTT Palestina: Hentikan Bencana Kemanusiaan di Gaza, Akhiri Perang Sekarang!

"Hasilnya lebih baik, bisa 3-4 kali lipat, bijinya bisa dijual lagi ke renonsit kemudian dikemas dijual ke PT yang besar lagi."

"Ini menjadi gambaran kegiatan pertanian, kalau menanam buah tidak harus diambil buahnya, namun bisa lebih dikembangkan lagi."

"Satu gram biji melon kering kalau enggak salah Rp 100 ribu."

Halaman:

Tags

Terkini