JAKARTA, PORTALOKA.ID - Persatuan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) terus konsisten memperjuangkan nasib guru madrasah.
Hal itu ditunjukkan dengan menemui sejumlah stackholder yang memiliki korelasi dengan perjuangan mereka.
Seperti yang baru-baru ini dilakukan, PGMM menemui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag).
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat KSKK Madrasah, Rabu, 20 Agustus 2025.
Ketua PGMM Tedi Malik, bersama Sekretaris PGMM Siti Munadliroh, dan dua orang perwakilan PGMM diterima oleh empat perwakilan subdirektorat KSKK Madrasah.
Dalam pertemuan itu, Tedi Malik menyampaikan beberapa hal, di antaranya mengenai kondisi madrasah saat ini, mulai dari kondisi bangunan, jumlah murid yang terus menurun, hingga kesejahteraan guru madrasah.
"Kami menyampaikan keprihatinan tentang pemanfaatan guru-guru madrasah, terutama madrasah swasta. Termasuk potensi penurunan jumlah siswa," kata Tedi dalam keterangannya yang diterima Portaloka.id, Kamis, 21 Agustus 2025.
Di hadapan perwakilan KSKK Madrasah, Tedi meminta agar pemerintah lebih memperhatikan lagi kondisi madrasah, agar dapat berkompetisi dan meningkatkan pelayanan pendidikan.
Baca Juga: Syarat Peserta PGG Bagi Guru Tertentu 2025, Tiga Poin Dipenuhi saat Lapor Diri di LPTK
Menurutnya, kondisi madrasah yang terus mengalami penurunan jumlah murid berdampak pada kesejahteraan guru.
"Harapan utamanya adalah guru-guru madrasah sudah mengikuti PPG," katanya.
Lebih lanjut Tedi mengungkapkan, kondisi madrasah yang memprihatinkan semakin diperparah dengan banyaknya regulasi yang dinilai membelenggu madrasah.
"Maka dari itu, PGMM sudah berkomunikasi juga dengan Komisi VIII, namun tetap membutuhkan dukungan utama dan kolaborasi dari Kementerian Agama, mengingat regulasi merupakan kunci dari kebijakan," tuturnya.