Kamis, 4 Juni 2026

Bertemu Direktur GTK Kemenag dan KSKK Madrasah, PGMM Keluhkan Kondisi Madrasah hingga Kesejahteraan Guru

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:33 WIB
Ketua dan Sekretaris PGMM bertemu dengan Direktur GTK Kemenag, Thobib Al Asyhar (Ist)
Ketua dan Sekretaris PGMM bertemu dengan Direktur GTK Kemenag, Thobib Al Asyhar (Ist)

Baca Juga: PGMM Bertemu Komisi VIII DPR RI, Sampaikan Keluh Kesah Guru Madrasah, Salah Satunya Soal PPPK

Dalam kesempatan itu, Tedi juga menyampaikan apresiasi terhadap produk KSKK yaitu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

PGMM bersama perwakilan KSKK Madrasah (Ist)

"PGMM mengapresiasi produk KSKK, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Namun fakta di lapangan membuktikan bahwa implementasi KBC belum sampai ke madrasah-madrasah," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Ia meminta agar dilakukan sosialisasi oleh pihak-pihak yang berkompeten.

"Kami berharap agar sosialisasi mengenai program-program ini dilakukan oleh pihak yang benar-benar menguasai program tersebut, tidak hanya melalui pertemuan daring atau salindia yang sering membuat bingung," ujarnya.

Baca Juga: Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih 3 Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Perwakilan Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, KSKK Madrasah, Mujahid menanggapi keluhan terkait Kurikulum Berbasis Cinta.

Menurutnya menurutnya, KCB sudah sah secara legal formal, dan posisinya sebagai jembatan untuk mencapai idealitas mutu madrasah.

"Panca Cinta yang termasuk ke dalam KBC itu harus ada di dalam RPP, bukan hanya sebuah konsep. Terkait implementasinya, KBC ini memang masih dalam proses piloting. Memang baru madrasah-madrasah terpilih untuk pengimplementasiannya, namun semua madrasah harus sudah mempelajarinya," jelas Mujahid.

Program Revitalisasi Madrasah

Sementara itu, perwakilan Subdirektorat Sarana dan Prasarana, KSKK Madrasah, Ahmad menambahkan, pihaknya saat ini tengah menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Baca Juga: Siap Bersaing! Inilah 20 Madrasah Aliyah Berprestasi 2025, Apakah Sekolahmu Termasuk?

Menurut Ahmad, program tersebut bertujuan untuk revitalisasi madrasah yang tingkat kerusakannya sedang hingga berat.

"Database berdasarkan EMIS, sehingga wajib memutakhirkan data EMIS dua tahun terakhir. Segera akomodir dan koordinasikan ke Kanwil, sehingga dapat dilaporkan ke pusat. Karena Kemenag bertugas untuk mengajukan, sedangkan eksekutornya adalah Kementerian PU," paparnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X