Baca Juga: PGMM Bertemu Komisi VIII DPR RI, Sampaikan Keluh Kesah Guru Madrasah, Salah Satunya Soal PPPK
Dalam kesempatan itu, Tedi juga menyampaikan apresiasi terhadap produk KSKK yaitu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
"PGMM mengapresiasi produk KSKK, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Namun fakta di lapangan membuktikan bahwa implementasi KBC belum sampai ke madrasah-madrasah," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Ia meminta agar dilakukan sosialisasi oleh pihak-pihak yang berkompeten.
"Kami berharap agar sosialisasi mengenai program-program ini dilakukan oleh pihak yang benar-benar menguasai program tersebut, tidak hanya melalui pertemuan daring atau salindia yang sering membuat bingung," ujarnya.
Perwakilan Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, KSKK Madrasah, Mujahid menanggapi keluhan terkait Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurutnya menurutnya, KCB sudah sah secara legal formal, dan posisinya sebagai jembatan untuk mencapai idealitas mutu madrasah.
"Panca Cinta yang termasuk ke dalam KBC itu harus ada di dalam RPP, bukan hanya sebuah konsep. Terkait implementasinya, KBC ini memang masih dalam proses piloting. Memang baru madrasah-madrasah terpilih untuk pengimplementasiannya, namun semua madrasah harus sudah mempelajarinya," jelas Mujahid.
Program Revitalisasi Madrasah
Sementara itu, perwakilan Subdirektorat Sarana dan Prasarana, KSKK Madrasah, Ahmad menambahkan, pihaknya saat ini tengah menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Baca Juga: Siap Bersaing! Inilah 20 Madrasah Aliyah Berprestasi 2025, Apakah Sekolahmu Termasuk?
Menurut Ahmad, program tersebut bertujuan untuk revitalisasi madrasah yang tingkat kerusakannya sedang hingga berat.
"Database berdasarkan EMIS, sehingga wajib memutakhirkan data EMIS dua tahun terakhir. Segera akomodir dan koordinasikan ke Kanwil, sehingga dapat dilaporkan ke pusat. Karena Kemenag bertugas untuk mengajukan, sedangkan eksekutornya adalah Kementerian PU," paparnya.
Artikel Terkait
Ide Jualan Terbaru 2025: Resep Coffee Dessertbox, Modal Cuma Rp5 Ribu Untung 3 Kali Lipat
4 Fakta Pengeroyokan ABG Perempuan di Pantai Warna Oesapa Kupang, Penganiayaan Ada di 2 Lokasi hingga Terungkap Kondisi Korban
Geger Anak Bunuh Ibu Kandung di Wonogiri Jawa Tengah, Diduga Gangguan Jiwa
4 Fakta Kasus Pembunuhan Ibu Kandung di Wonogiri, Meski Anak Diduga Gangguan Jiwa, Proses Hukum Tetap Berjalan
Begini Respons Istana Soal Reshuffle Usai Wamenaker Terjaring OTT KPK
Ruas Jalan Kadakajaya-Cijambu Sumedang Longsor, Dipicu Gorong-Gorong Terutup Bangunan Rumah