Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
Kedua balita dimakamkan di desa setempat malam itu juga.
Proses penanganan kebakaran terkendala akses jalan berbatu dan lemahnya jaringan komunikasi.
Rumah korban diketahui belum teraliri listrik PLN dan selama ini hanya mengandalkan lampu pelita untuk penerangan.
Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Oelbanu dan menjadi peringatan akan bahaya penggunaan lampu pelita di rumah berbahan mudah terbakar. ***