Kamis, 4 Juni 2026

2 Balita Tewas Terbakar saat Kebakaran Rumah di Amfoang Selatan Kupang NTT, Bermula dari Anjing Jatuhkan Lampu Pelita, Kakaknya Selamat

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 11 Agustus 2025 | 13:34 WIB
Dua balita kakak-beradik, MT (5) dan PT (3) tewas terbakar di dalam kamar rumah, Minggu malam, 10 Agustus 2025 di Dusun I, Desa Oelbanu, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, NTT. (Tribrata News Polres Kupang)
Dua balita kakak-beradik, MT (5) dan PT (3) tewas terbakar di dalam kamar rumah, Minggu malam, 10 Agustus 2025 di Dusun I, Desa Oelbanu, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, NTT. (Tribrata News Polres Kupang)

Baca Juga: Jadi Jadi Camilan saat Nonton Film Bareng Suami, Bikin Kue Apel yang Enak Cuma 15 Menit Sudah Matang, Cek Resepnya di Sini

HPT yang berada di kamar bersama kedua adiknya melihat api merambat.

HPT mencoba mengajak MT dan PT keluar, namun keduanya menolak.

Dalam kepanikan, HPT lari sejauh 50 meter mencari pertolongan dan bertemu warga, Abraham Malafu (23) dan Yakobus Toleu (25).

Saat mereka tiba di lokasi, rumah utama sudah rata dengan tanah, sementara dapur masih terbakar.

Baca Juga: Diduga Gegara Bakar Sampah, 2000 Meter Lahan Terbakar di Kaligawe Pedan Klaten, 1 SD dan 1 Pabrik Terancam

Warga berusaha mencari korban, namun kedua balita ditemukan sudah tak bernyawa di kamar belakang rumah.

Api yang masih menyala menyulitkan proses evakuasi.

Kepala Desa Oelbanu segera menghubungi Kapolsek Amfoang Selatan setelah menerima laporan dari warga.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta membawa Helmi ke Puskesmas Amfoang Selatan untuk perawatan.

Baca Juga: Suami Istri di Warungpring Pemalang Ditemukan Tewas Terbaring di Atas Tumpukan Batu, Korban Sempat Mampir di Warung untuk Ngopi

Ipda Cemy Toleu menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban dan warga Desa Oelbanu.

“Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa ini."

"Kepada masyarakat, kami imbau agar lebih berhati-hati dalam penggunaan lampu pelita atau sumber api lainnya di rumah, terutama bila ditinggalkan anak-anak sendirian."

"Keselamatan jiwa adalah yang utama,” tegas Ipda Cemy Toleu.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X