Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
Kedua balita dimakamkan di desa setempat malam itu juga.
Proses penanganan kebakaran terkendala akses jalan berbatu dan lemahnya jaringan komunikasi.
Rumah korban diketahui belum teraliri listrik PLN dan selama ini hanya mengandalkan lampu pelita untuk penerangan.
Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Oelbanu dan menjadi peringatan akan bahaya penggunaan lampu pelita di rumah berbahan mudah terbakar. ***
Artikel Terkait
Pengakuan Pemuda Asal Pedan Klaten Bawa Kabur Honda Beat saat Ditinggal Panen Padi: Dijual tapi Belum Laku
5 Fakta Pria Asal Juwiring Gondol Honda Beat Terparkir Depan Ruko di Pedan Klaten, Tinggalkan Sepeda di TKP hingga Ngaku Punya Motor Baru ke Mertua
Pengakuan Pria Asal Juwiring Gondol Honda Beat Terparkir Depan Ruko di Pedan Klaten, Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua
Puluhan Ekor Sapi Jumbo Ikuti Karnaval Sapi di Jatinom Klaten untuk Semarakan HUT RI dan Tradisi Yaaqawiyyu
Dapur Rumah di Bulan Wonosari Klaten Ludes Terbakar saat Ditinggal Pergi Hajatan ke Tetangga, Bermula dari Lupa Matikan Kompor Menghangatakan Sayur
Ratusa Siswa SMA Bikin 3000 Kue Apem untuk Acara Tradisi Sebaran Apem Yaaqawiyu di Jatinom Klaten
Kemeriahan Festival Gejog Lesung di Tirtomarto Cawas Klaten, Diikuti 15 Kelompok untuk Melestarikan Warisan Budaya
Edukasi Anak Cinta Menabung dengan Melukis Celengan Gerabah Tema Kemerdekaan Indonesia di CFD Jalan Pemuda Klaten, Ada Bagi-bagi Sarapan Gratis!
Diduga Gegara Bakar Sampah, 2000 Meter Lahan Terbakar di Kaligawe Pedan Klaten, 1 SD dan 1 Pabrik Terancam
45 Penyelam Kibarkan Bendara Merah Putih di Bawah Air Umbul Ponggok Klaten untuk Meriahkan Kemerdekaan HUT RI ke-80