berita

Polisi Bantah Ada Motif SARA dalam Kasus Perusakan Makam Salib di Bantul dan Jogja

Rabu, 21 Mei 2025 | 11:01 WIB
Ilustrasi - Polisi bantah ada unsur sara dalam kasus perusakan makam di Bantul dan Jogja (Freepik)

Persisnya makam yang ada di depan SMAN 1 Banguntapan, Dusun Ngentak, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Total ada puluhan makam dengan tanda salib yang dirusak.

Tiga diantaranya makam yang sudah dikijing, sisanya masih dalam bentuk patok.

Baca Juga: Pelaku Nekat Bunuh Pria di Kosan Karangtengah Cianjur Gegara Sakit Hati Dihina Orang Miskin saat Minta Rokok

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana membenarkan pihaknya telah menerima adanya kasus perusakan makam Ngentak.

Usai mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju ke TKP untuk melakukan pengecekan.

"Tadi petugas dari piket fungsi Polsek Banguntapan sudah melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Setelah petugas Polsek Banguntapan mengecek ke makam benar telah terjadi pengrusakan makam," kata Jeffry dalam keterangannya dikutip Senin, 19 Mei 2025.

Adapun dari hasil pemeriksaan Polsek Banguntapan, menemukan 10 nisan makam yang dirusak.

Baca Juga: Terungkap Kasus Kematian Pria di Kosan Karangtengah Cianjur, Nyawa Korban Dihabisi Teman Kerja, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Jeffry bilang, semua nisan tersebut merupakan makam nasrani.

"Nisan terbuat dari keramik ada 3, kemudian 7 nisan terbuat dari kayu. Nisan makam yang dirusak semua merupakan makam non-muslim (nasrani)," ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi, perusakan ini terjadi pada malam atau dini hari.

Pasalnya, kerusakan baru dijumpai pada pagi harinya pukul 06.00 WIB.

Tak berselang lama, polisi berhasil meringkus terduga pelaku perusakan makam salib di TPU Ngentak Bantul dan TPU Purbayan Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan pelaku berinisial A (16), warga Banguntapan, Bantul.

Halaman:

Tags

Terkini