PORTALOKA.ID - Polda DI Yogyakarta sebut kasus perusakan makam salib di Bantul dan Jogja tidak ada kaitannya dengan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Hal ini terungkap melalui pernyataan Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan di Mapolda DIY pada Selasa, 20 Mei 2025.
Ihsan bilang, terduga pelaku tidak memiliki sensivitas terkait agama.
Pasalnya, A sendiri menganut agama Kristen.
"Nggak ada unsur agama, karena yang bersangkutan sendiri (beragama) Kristen," kata Ihsan.
Dikatakan Ihsan, dari hasil pemeriksaan, pelaku merusak makam karena memiliki masalah pribadi.
Adapun masalah tersebut berkaitan erat dengan keluarga.
"Pelaku sudah mengakui melakukan aksinya di tiga TKP berbeda. Motifnya masih didalami penyidik, tapi dari hasil keterangan sementara ini murni adalah masalah pribadi atau ada permasalahan dalam keluarga," jelas dia.
Ihsan melanjutkan, pihaknya berharap agar masyarakat tak membuat spekulasi liar.
Pasalnya, masalah ini tergolong sensitif.
"Kami berharap tidak ada spekulasi liar karena memang ini agak sensitif, percayakan saja pada Polda DIY dan jajaran," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, geger kasus perusakan makam di kawasan Bantul pada Minggu, 18 Mei 2025.
Artikel Terkait
Perusakan Makam Salib di Bantul Yogyakarta, Ada 3 Kijing dan 7 Masih Patok
4 Fakta Perusakan Makam di Bantul Yogyakarta, Pelaku Hanya Rusak Kuburan Nasrani dan Polisi Buru Pelaku
Pelaku Perusakan Makam di Bantul dan Jogja Berhasil Diamankan, Ternyata Masih Berusia 16 Tahun
Terungkap Motif Pelaku Perusakan Makam di Bantul dan Jogja, Polisi: Kami Berharap Tidak Ada Spekulasi Liar