"Kemudian korban berpamitan dengan FA dikarenakan ingin keluar. Korban selanjutnya, menuju Cakruk Balong Lor, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, dan melihat rekan yang lain yakni APR (17), pelajar asal Potorono sedang masih menaiki sepeda motor," urainya.
Baca Juga: Strategi Manajemen Risiko BRI di Tengah Dinamika Ekonomi Global untuk Jaga Kualitas Aset Tetap Sehat
5. Duel Maut Diantar Teman
Jeffry bilang, korban lalu meminta saksi APR untuk mengantarkan ke lokasi selanjutnya dengan mengendarai sepeda motor.
"Kemudian korban berpamitan dengan FA dikarenakan ingin keluar. Korban selanjutnya, menuju Cakruk Balong Lor, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, dan melihat rekan yang lain yakni APR (17), pelajar asal Potorono sedang masih menaiki sepeda motor," urainya.
Sesampainya di lokasi kejadian, korban meminta APR hentikan motornya.
6. Lompat dari Motor Sebelum Adu Sajam
Kata Jeffry, korban lalu lompat dari motor dan menghampiri dua laki-laki di seberang jalan.
"Saat berada di lokasi kejadian, korban langsung mengatakan kepada APR agar berhenti berkendara. Korban pun langsung turun dengan cara melompat. Kemudian, dari arah seberang, APR melihat ada dua orang laki-laki menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu," urai Jeffry.
Seorang pelaku yang misterius lalu turun dari motornya.
Korban dan pelaku akhirnya adu senjata tajam, keduanya saling mengayunkan celurit.
Tiba-tiba korban jatuh tergeletak di jalan.
Sedangkan kedua pria misterius langsung melarikan diri.
7. Korban Dibawa ke RS Posisi Tengkurap di Motor