Baca Juga: 4 Mobil dan 7 Motor Mogok setelah Isi BBM di SPBU Trucuk Klaten, Diduga Pertalite Tercampur Air
Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
"Pertamina Patra Niaga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi."
"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan produk yang berkualitas kepada konsumen dan masyarakat."
"Salah satunya dengan melakukan pengecekan secara rutin setiap hari pada setiap SPBU," tegasnya.
Pihaknya menyebutkan kalau pengecekan rutin dilakukan di setiap SPBU.
"Adapun pengecekan terakhir di SPBU tersebut dilakukan pada 7 April 2025 pukul 8.04 WIB pagi."
"Didapati hasil yang aman sesuai standar kualitas spesifikasi setiap produk BBM," ujar Taufiq Kurniawan.
Baca Juga: Pria di Pedan Klaten Ditemukan Tewas Membusuk, Tinggal Sendiri 3 Hari Tak Keluar Rumah
Baca Juga: Polisi Gagalkan 3 Aksi Tawuran saat Operasi Pekat di Klaten, 10 Pelaku Dibina di Pondok Pesantren
Diberitakan sebelumnya viral di media sosial video tabung kaca diduga berisi BBM yang tercampur air.
Video itudi unggah oleh akun Instagram @infocegatanklaten, Selasa, 8 April 2025.
Dalam video terlihat beberapa sepeda motor dan mobil mogok di SPBU.