KUPANG, PORTALOKA.ID - Kasus pembunuhan Lasarus Antonius Bell di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menyita perhatian publik.
Rekonstruksi kasus pembunuhan ini digelar pada Rabu, 19 Februari 2025 sebagai bagian dari penyidikan kasus penganiayaan yang berujung kematian, sebagaimana tercatat dalam Laporan Polisi LP/248/IX/2024/SPKT/Polres Kupang/Polda NTT sejak 6 November 2024 lalu.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Oelamasi yang dipimpin oleh Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Oelamasi, Pethres M. Mandala, S.H., bersama tiga orang staf Pidum.
Selain itu, Kepala Desa Poto, Melkianus Petan, serta Kepala Puskesmas Poto, Kristin Long, A.md., Kep., juga hadir dalam kegiatan ini bersama keluarga korban.
Baca Juga: Kasus Anak Aniaya Ibu Kandung di Sikka NTT Berakhir dengan Restorative Justice
Polres Kupang dan Polsek Fatuleu mengerahkan personel untuk memastikan keamanan dalam setiap tahap penyelidikan.
Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K., M.H., melalui Kaurbinops Satreskrim Polres Kupang, Iptu Kuswantoro, S.H., menegaskan bahwa rekonstruksi ini bertujuan untuk memperjelas rangkaian peristiwa serta memastikan kesesuaian keterangan tersangka dan saksi dengan kejadian sebenarnya.
31 Adegan yang Mengungkap Kejadian Tragis
Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik menghadirkan satu orang pelaku dan empat orang saksi untuk memperagakan total 31 adegan yang terjadi di tiga titik lokasi berbeda.
Baca Juga: Buaya Terkam Pemancing di Danau Tuadale Kupang Barat, Korban Alami Luka Serius
Adegan pertama berlangsung di rumah korban, di mana insiden awal terjadi. Kemudian, rekonstruksi dilanjutkan dengan adegan pengejaran pelaku terhadap korban sambil mengayunkan senjata tajam.
Akhirnya, adegan terakhir memperlihatkan titik lokasi di mana korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kegiatan rekonstruksi ini mendapatkan pengamanan langsung dari personel Polres Kupang dan Polsek Fatuleu guna memastikan jalannya proses secara aman dan tertib.
Baca Juga: Tujuh Puluh Rumah Terendam Banjir Rob di Pesisir Pantai Tablolong, Kabupaten Kupang, Warga Mengungsi