Sabtu, 18 Juli 2026

BRI Berhasil Jaga Stabilitas Kinerja Melalui Keberpihakan Terhadap UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Photo Author
Rohmana Kurniandari, Portaloka
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 12:35 WIB
BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun di sepanjang tahun 2024 berkat keberpihakan terhadap UMKM dan ekonomi kerakyatan. (dok. BRI)
BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun di sepanjang tahun 2024 berkat keberpihakan terhadap UMKM dan ekonomi kerakyatan. (dok. BRI)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah tantangan ekonomi global. 

BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun di sepanjang tahun 2024 berkat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Keberpihakan BRI dalam mendukung UMKM tercermin dari porsi penyaluran kredit yang didominasi oleh segmen UMKM, mencapai 81,97% dari total kredit atau senilai Rp1.110,37 triliun dari keseluruhan penyaluran kredit BRI yang mencapai Rp1.354,64 triliun di akhir tahun 2024.

Pertumbuhan kredit tersebut tetap sejalan dengan strategi manajemen risiko yang prudent, terlihat dari perbaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang membaik dari semula 2,95% pada 2023 menjadi 2,78% pada 2024.

Baca Juga: Membanggakan! BRI Masuk Jajaran Perusahaan Elite di Asia-Pasifik 2025 versi Majalah TIME

Selain itu, di sepanjang 2024 BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Jumlah ini menjadikan BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Adapun sumber dana KUR sepenuhnya berasal dari dana bank, sementara sebagian bunga yang dibayarkan oleh debitur mendapat subsidi dari pemerintah. Dengan skema ini, pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan yang lebih terjangkau untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Di samping menyalurkan pembiayaan, BRI juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan. Salah satunya adalah Desa BRILian, yang telah membina lebih dari 4.327 desa dengan berbagai potensi unggulan, seperti desa wisata, pertanian, kerajinan, dan sektor lainnya.

Baca Juga: Berpihak dalam Mendorong UMKM Naik Kelas dan Go Global, BRI Mendapat Apresiasi dari Pemerintah

Sementara itu, program Klasterku Hidupku, yang berfokus pada pemberdayaan berbasis kesamaan usaha dalam kelompok atau klaster, terus diperluas dengan mendukung lebih dari 38.574 klaster usaha.

BRI juga terus memperluas jangkauan layanan keuangannya melalui AgenBRILink, yang kini telah mencapai 1,06 juta agen dan hadir di lebih dari 67 ribu desa, atau menjangkau lebih dari 80% dari total desa di Indonesia.

Hingga akhir Desember 2024, volume transaksi AgenBRILink mencapai Rp1.583 triliun. Dengan konsep sharing fee, AgenBRILink menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui layanan transaksi keuangan yang semakin mudah diakses. Inisiatif ini selain berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan, juga membuka lapangan pekerjaan melalui sharing economy BRI dengan agen.

Baca Juga: BRI Berhasil Cetak Laba Bersih Rp60,64 Triliun Sepanjang Tahun 2024

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menegaskan bahwa keberpihakan BRI terhadap UMKM tidak hanya menjadi strategi bisnis, tetapi juga bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X