Minggu, 19 Juli 2026

Penyuluh Agama KUA Kecamatan Panjalu Ciamis Napak Tilas Karuhun Penyebar Islam

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 07:57 WIB
Penyuluh agama KUA Kecamatan Panjalu meggelar ziara kubro di makam ulama penyebar Islam di Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)
Penyuluh agama KUA Kecamatan Panjalu meggelar ziara kubro di makam ulama penyebar Islam di Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Penyuluh itu ibarat lentera kecil di sebuah perkampungan yang riuh dan gelap.

Penyuluh menjadi penyambung lidah ayat-ayat langit yang diterjemahkan dalam bahasa lokal wisdom.

"Maka seorang penyuluh agama harus punya kemampuan waskita yang selevel para waliyullah. Untuk itulah kami pada hari ini Rabu, 12 Februari 2025 menggelar Ziarah Kubro di makam para penyebar Islam di Kecamatan Panjalu," ujar Srikandi Penyuluh Agama KUA Kecamatan Panjalu, Hj Tini Sopiyah Mukarromah.

Menurut Tini, Ziarah Kubro ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan napak tilas perjalanan para penyebar Islam di Kecamatan Panjalu yang tersembunyi.

Baca Juga: Seorang Pandai Besi di Purwadadi Ciamis Bikin Pistol Mainan Jadi Senpi Terancam Hukuman Mati, 10 Pucuk Senjata Rakitan Dijual di Medsos

Makam mereka jarang sekali dikunjungi karena berlokasi jauh dari rumah penduduk.

"Keadaan alam pada masa 600 tahun silam para penyebar Islam yang diutus oleh Sultan Syarif Hidayatullah Cirebon tidaklah mudah. Infrastruktur jalan yang belum memadai, sarana transportasi yang mengandalkan kuda dan tantangan jiwa raga," ujar Tini.

"Kami mewarisi jejak dakwah mereka. Namun penyuluh agama hari ini jauh lebih mudah karena didukung segala fasilitas yang memadai. Dengan napak tilas ini kami ingin menyerap energi keteladanan mereka," tambahnya.

Dikatakan Tini, ada tiga kekuatan yang harus dimiliki seorang penyuluh agama Islam.

Baca Juga: Begini Rayuan Maut dan Acaman Jahat Ayah Biadab di Banjarsari Ciamis untuk Lancarkan Aksi Pencabulan pada 2 Anak Tiri Bawah Umur

Pertama kecerdasan intelektual, kedua kecerdasan ruhani dan ketiga kekuatan jasmani. Jiwa raga dan pemikiran harus masagi, tidak boleh ada yang cacat apalagi sakit.

"Penyuluh adalah pencerah, dia adalah obor dan damar yang memandu perjalanan umat mengenali diri dan Tuhan-Nya. Maka dia yang terbawa dalam pusaran aura kepenyuluhan harus kuat menyalakan cahaya spiritualnya hingga satu kampung," ujar Tini mewakili para penyuluh lainnya.

Rombongan penyuluh KAU Kecamatan Panjalu sebelum ziarah kubro di makam penyebar Islam di daerah Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

Kepala KUA Kecamatan Panjalu, Saiful Millah, mengatakan, KUA Kecamatan Panjalu adalah salah satu KUA revitalisasi yang tidak hanya mengurus pernikahan.

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X