Minggu, 19 Juli 2026

Hama Bikin Gagal Panen dan Rugi Jutaan, Petani Gropyokan Bareng Tangkap Ratusan Tikus di Persawahan Desa Jambeyan Karanganom Klaten

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Selasa, 11 Februari 2025 | 09:05 WIB
Puluhan petani dibantu anggota TNI dan Polri melaksanakan grapyokan tikus di area persawahan Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Senin pagi, 10 Februari 2025.  (Tim Portaloka.id)
Puluhan petani dibantu anggota TNI dan Polri melaksanakan grapyokan tikus di area persawahan Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Senin pagi, 10 Februari 2025. (Tim Portaloka.id)

Baca Juga: Aksi Teror Pembakaran Jemuran Bikin Resah dan Takut Warga, 3 Rumah di Ceper Klaten Jadi Korban

Warga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi hama tikus dengan gropyokan bareng.

"Petani merasa resah, gagal panen dan merugi."

"Kerugian satu petak untuk tanaman, membajak, menanam itu Rp 2,5 juta," ucap Muryadi.

Sementara itu, data dari Desa Jambeyan, lahan yang terserang hama tikus mendapai 80 hingga 90 hektar.

Baca Juga: Jalan Terlalu ke Kiri, Truk Pasir Terguling ke Sawah di Jogonalan Klaten, Begini Kondisi Sopir

Rata-rata lahan yang terserang hama tikus mengalami kerusakan hingga gagal panen.

"Lahan pertanian di Desa Jambeyan semua lahan di sana pertanian kena hama tikus, tanaman pada mati," ucap Kanit Sabhara Polsek Karanganom, Iptu Yunianta Andhi Prasetya kepada Portaloka.id, Senin pagi, 10 Februari 2025.

Gropyokan merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

Caranya dengan memburu langsung ke sarangnya.

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Akibatkan Atap Warung Makan Terbang dan Pohon Tumbang Timpa Pagar Rumah di Karangdowo Klaten

Sehingga kegiatan gropyokan lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia.

Dalam gropyokan tikus bareng Senin pagi, 10 Februari 2025, petani dan anggota TNI Polri mendapatkan sekitar 400 ekor tikus.

"Teknis pembasmian ada 2 cara, pakai jaring menggali tanah yang ada lubangnya dan memakai kompor memanaskan lubang."

"Pagi tadi (Senin pagi, 10 Februari 2025) bisa mendapatkan hama tikus 400an ekor," imbuh Iptu Yunianta Andhi Prasetya.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X