KLATEN, PORTALOKA.ID - Puluhan petani dibantu anggota TNI dan Polri melaksanakan grapyokan tikus.
Kegiatan itu dilaksanakan di area persawahan Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Senin pagi, 10 Februari 2025.
Mereka menggunakan peralatan seadanya, seperti cangkul, jaring, ember dan tongkat.
Para petani saling bekerjasama berburu tikus yang bersarang di dalam tanah.
Tingginya populasi hama tikus di area perasawan Desa Jambeyan membuat para petani jadi resah.
Hama tikus yang menyerang saat ini lebih parah dibandingkan dengan sebelumnya.
"Diadakan gerakan membasmi hama tikus. Sudah berulang kali gropyokan tikus."
"Ini sudah dua Minggu kurang lebih, sampai sekarang itu sudah 8 ribuan ekor. Tadi pagi sekitar 400 ekor," kata salah satu petani, Muryadi kepada Portaloka.id, Senin pagi, 10 Februari 2025.
Akibatnya, banyak petani yang mengalami gagal panen.
Tanaman padi mereka terserang hama timus.
Selain itu, petani juga mengalami kerugian hingga Rp 2,5 juta untuk 1 petah sawah.
Kondisi serangan hama tikus sudah terjadi dalam kurun waktu 2 kali musing tanam.
Artikel Terkait
Ular Piton 3 Meter Ngumpet di Antara Tembok dan Kanopi Rumah Warga di Tegalyoso Klaten, Diduga Cari Mangsa Tikus
Kebakaran TPA Sampah Troketon Pedan Klaten, 2 Mobil Damkar Dikerahkan
Aksi Teror Pembakaran Jemuran Bikin Resah dan Takut Warga, 3 Rumah di Ceper Klaten Jadi Korban
Jadwal Lengkap Operasi Keselamatan Candi 2025 Polres Klaten, Kapolres: Kegiatan Harus Menarik dan Edukatif agar Menyentuh Kesadaran Masyarakat
Iseng Mainan Tutup Galon Air Endingnya Jari Nyangkut, Siswa SMPN 6 Klaten Datangi Damkar, Begini Proses Pelepasannya