Kamis, 4 Juni 2026

Sama-Sama Telan Biaya Besar, Warganet Bandingkan Tugu Pesut Samarinda dengan Kantor Desa Rancah Ciamis: Mungkin Materialnya Diimpor dari Luar Angkasa

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 14 Januari 2025 | 15:42 WIB
Perbandingan Tugus Pesut Samarinda dengan Kantor Desa Rancah Ciamis yang sama-sama telan anggaran besar dalam pembangunannya (Instagram @undercover.id)
Perbandingan Tugus Pesut Samarinda dengan Kantor Desa Rancah Ciamis yang sama-sama telan anggaran besar dalam pembangunannya (Instagram @undercover.id)

PORTALOKA.ID - Belakangan ini warganet ramai memperbincangkan soal Tugu Pesut Samarinda.

Tugu yang jadi ikon Kota Samarinda, Kalimantan Timur itu menjadi sorotan, lantaran biaya pembuatannya yang cukup fantastis.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum, Tugu Pesut dibangun menggunakan anggaran APBD Kota Samarinda sebesar Rp1,1 miliar.

Tugu tersebut berbahan baja setinggi 8 meter dan dilapisi kabel plastik daur ulang.

Baca Juga: Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana: Ciamis Tidak Akan Bubar Gara-Gara Wakil Bupati

Desain tugu berwarna pink itu dimaksudkan untuk menggambarkan siluet Pesut Mahakam, mamalia air tawar khas Sungai Mahakam yang hampir punah.

Namun estetika tugu di ruang publik itu menimbulkan kecewa di kalangan warga setempat, karena bentuknya dinilai jauh dari menyerupai Pesut Mahakam.

Warganet pun membandingkan Tugu Pesut Samarinda dengan Kantor Kepala Desa Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kedua bangunan itu dinilai kontras meski sama-sama menelan anggaran miliaran rupiah.

Baca Juga: Prediksi Ekonomi di Tahun Ular Kayu, Membawa Perubahan Signifikan di Beberapa Bidang

Wujud Kantor Desa Rancah Ciamis nampak megah, terdiri dari dua lantai dan bergaya arsitektur Eropa.

Kantor tersebut dominan berwarna putih serta berdiri di lahan seluas 1.000 meter persegi.

Disebutkan oleh Kepala Desa Rancah, Dedi Hidayat, pembangunan kantor desa dilakukan secara bertahap sejak 2020 oleh kepala desa sebelumnya.

Pembangunan kantor desa itu menelan dana hingga Rp2 miliar. Namun anggarannya tidak diambil dari Dana Desa, melainkan dari pendapatan asli desa.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X