Pendiri OCCRP, Deww Sullivan menyampaikan bahwa pemerintah yang korup dapat meniciptakan suatu konflik.
"Pemerintah yang korup ini melanggar hak asasi manusia, memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam. Dan pada akhirnya menciptkan konflik akibat ketidakstabilan yang melekat pada diri mereka," jelasnya dalam laporan OCCRP, Selasa, 31 Desember 2024.
Baca Juga: Ini Kado Baznas Ciamis untuk Hadiah Milad ke-4 Kampung Zakat Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis
"Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang kejam atau revolusi berdarah," lanjutnya.
Pemilihan tokoh dalam nominasi tersebut dilakukan melalui media sosial (medsos) OCCRP sejak November lalu.
Melalui medsosnya, publik diarahkan untuk mengisi Google Form.
Usulan nominasi itu dibuka hingga Kamis, 5 Desember 2024.
OCCRP telah memilih daftar orang terbanyak yang melakukan kejahatan dan korupsi terorganisir sejak 2012 lalu.***
Artikel Terkait
Menyambut 1 Januari 2025: Makna dan Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam
Awal Tahun Baru, 43 Personel Polres Sikka Naik Pangkat dengan Penuh Makna
5 Larangan di Bulan Rajab yang Harus Dihindari, Berikut Penjelasan Singkatnya!
Resep Cah Sayur atau Capcay ala Chef Rudy Choirudin, Menu Restoran Pindah ke Rumah Bikinnya Gampang
Sepanjang Tahun 2024 Ada 47 Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kota Tegal
Mengenal Masjid Raya Baiturrahman, Saksi Bisu Sejarah dan Ikon Provinsi Aceh Indonesia
Terungkap Motif Pelaku Pelemparan Bus Trans Jateng Solo-Wonogiri di Selogiri, Kesal Sopir Ugal-ugalan