Berkaca dari hal tersebut, penemuan itu sekaligus menambah daftar korban gugur dalam operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei menjadi 3 orang.
Baca Juga: Dana TKD 2027 Turun jadi Rp600 Triliun, Gaji PPPK Guru hingga Nakes Ditanggung APBN
Jejak Perlawanan Terduga Bandar Narkoba
Terkait peristiwa tragis itu, Dodik menuturkan peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu, 1 Juli 2026 malam.
Dodik menyebut, operasi dilakukan setelah polisi memperoleh informasi masyarakat yang mengarah kepada seorang target berinisial BIO, residivis kasus narkotika.
Kala itu, sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan penindakan.
Saat seorang target berhasil diamankan, situasi di lokasi mendadak berubah.
Baca Juga: Mengintip Gaya Komunikasi Kepala Bakom RI: Transparansi Rencana dengan Kondisi Lapangan dan Data
Dodik mengungkapkan, sejumlah orang yang berada di rumah target bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.
"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang," terang Dodik.
"Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," sambungnya.
Serangan tersebut mengakibatkan Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi akibat luka senjata tajam.
Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang sampai akhirnya kini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal kelanjutan proses hukum atas wafatnya 3 aparat Polres Katingan tersebut.***
Artikel Terkait
2 Tahun Lamanya, Istri Polisi di Jateng Bungkam Ihwal Aksi Bejat Suami hingga Berujung Trauma Berat, Begini Kronologinya
Pesona Keindahan Telaga Ngebel, Destinasi Wisata Ponorogo yang Menyuguhkan View Danau Alami di Antara Perbukitan
PD Pemuda Muhammadiyah Ciamis Gelar Funrun dan Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Gerai Sembako
Porsadin VIII Tingkat Kabupaten Ciamis Resmi Ditutup, Kecamatan Cijeungjing Raih Juara Umum
Curahan Hati Guru Madrasah Swasta: Negara Jangan Baru Hadir Pas Kami Mau Pensiun
Harapan Guru Madrasah Swasta di Ujung Masa Pengabdian: Kami Mohon Satu Kata, 'Diakui!'