Sebelumnya, ribuan unit motor listrik SPPG tersebut masih tersimpan di area samping gudang produsen, Emmo Electric Mobility.
Kendati demikian, jumlah motor yang terlihat di lokasi semakin banyak hingga meluber ke halaman depan atau area luar gudang.
Selain deretan motor listrik, terlihat pula sebuah truk kontainer berlabel PT Yasa Artha Tunggal (YAT) yang terparkir di sekitar gudang.
Baca Juga: Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri Kabupaten Bogor Kembangkan Sayap, Bentuk Pengurus di 40 Kecamatan
Meski gerbang terbuka, aktivitas di lokasi tampak minim. Tidak terlihat pekerja maupun kendaraan operasional yang keluar masuk selama pengamatan berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola gudang di wilayah Bogor terkait status penyimpanan maupun rencana distribusi kendaraan untuk para Kepala SPPG tersebut.
Pernah Diklaim Lebih Murah dari Harga Pasaran
Dalam kesempatan berbeda, Dadan Hindayana yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala BGN pernah menjelaskan ihwal pengadaan ribuan motor listrik SPPG tersebut.
Kala itu, Dadan mengklaim harga pembelian motor listrik berada di bawah harga pasar.
"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada April 2026 lalu.
Baca Juga: Viral Pengakuan Kepala SPPG Sumut Main Judol Plus Bawa Wanita ke Dapur MBG, Minta Maaf Sambil Nangis
Dadan menilai, pengadaan motor listrik tersebut telah masuk dalam alokasi anggaran BGN tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional MBG.
Target awal pengadaan disebut mencapai 24.400 unit, namun realisasinya sekitar 21.800 unit motor listrik.
Pada akhirnya, kini pernyataan tersebut justru memicu sorotan bagi sebagian publik setelah penyidik menemukan adanya dugaan mark up dalam proyek pengadaan ribuan unit kendaraan SPPG senilai Rp1 triliun tersebut.***
Artikel Terkait
Kulakan Celana Dalam di Konveksi Nafisa Tempursari Klaten Bisa Dijual Lagi, Cocok Jadi Ide Bisnis yang Tak Tergantung Musim, Menyala Dompetku!
FGD Pendidikan di Bojonegoro, PGMM Soroti Kesenjangan Guru Negeri dan Swasta
Begini Respons Purbaya soal Isu Resign sebagai Menteri Keuangan
Tepis Isu yang Beredar, Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Tak Ada Pergantian Menkeu dan Gubernur BI saat Pertemuan dengan DPR
FTHMI Subang Jalin Silaturahmi dengan PGMM Ciamis, Satukan Langkah untuk Perjuangkan Kesejahteraan dan Status Guru Madrasah
Peristiwa Berdarah di Sragen: Siswa SD Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Sendirian saat Terjadi Perampokan
3 Poin Penting dalam Konsinyering Penguatan Layanan Program Subdit Profesi Guru yang Digelar Kementerian Agama
5 Destinasi Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Jawa Barat pada Libur Panjang Mei-Juni 2026, Juaranya Bukan Pantai
Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri Kabupaten Bogor Kembangkan Sayap, Bentuk Pengurus di 40 Kecamatan
Pernah Dibela Dadan Hindayana, Ini Sosok Anak Pejabat DPRD Sulsel yang Diduga Monopoli Kepemilikan 41 Dapur MBG