Minggu, 19 Juli 2026

Selain Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Sambas Minta Pemulihan Nama Baik usai Kontroversi LCC 4 Pilar MPR Kalbar

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 17 Mei 2026 | 16:49 WIB
SMAN 1 Sambas tolak LCC ulang (YouTube MPR RI)
SMAN 1 Sambas tolak LCC ulang (YouTube MPR RI)

Baca Juga: Teguran Menohok Helmy Yahya soal Ucapan MC LCC 4 Pilar MPR Kalbar: Pikirkan Dulu Sebelum Bicara

“Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas,” lanjutnya.

Mengenai klarifikasi yang dilakukan MPR, pihak sekolah mengungkapkan mengapresiasi hal tersebut tapi masih menyayangkan karena dinilai cukup abai ketika polemik memanas.

“Menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok,” ungkap pihak sekolah.

Lebih lanjut, pihak sekolah juga mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan, maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru, beserta staf TU, murid dan bahkan sampai ke alumni.

“Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana,” aku pihak sekolah lagi.

Baca Juga: Mulai Rp 15 Ribu Bisa Makan Olahan Kambing, Gass ke Warung Aneka Kambing Boerawa Kalikebo Klaten! Porsi Melimpah Dijamin Puas

Rencana MPR Ulang Final LCC 4 Pilar MPR Kalbar

Sebelumnya, Ahmad Muzani menyampaikan beberapa hal mengenai rencana untuk mengulang LCC 4 Pilar Kalbar, termasuk memberi apresiasi pada peserta.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat, yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan,” ucap Ahmad Muzani di gedung MPR RI pada Rabu, 13 Mei 2026.

Juri yang akan memberi penilaian di final ulang tersebut rencananya dari kalangan independen dan MPR akan mengawasi langsung dari awal hingga akhir.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya,” tuturnya memberi apresiasi pada peserta.

“Dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka, untuk melatih menjadi contoh demokrasi yang baik,” sambungnya.

Terakhir, Ahmad Muzani menegaskan bahwa akan selalu ada evaluasi dalam setiap kegiatan yang digelar MPR dan terus mendengar masukan dari masyarakat.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X