"Tanggal 5 terakhir kamu kerja, besok antar surat resign," ungkapnya.
"Pahami ya, mau tidak akan bisa masuk ke Gacoan lagi mau di mana pun," imbuh supervisor Mie Gacoan tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Gabungkan 15 BUMN Logistik Jadi Satu Entitas, Target Selesai dalam Sebulan ke Depan
Respons dari Karyawan Mie Gacoan
Sang karyawan lantas menjawabnya dengan mempertanyakan alasan dasar atas keputusan tersebut.
"Kan hanya minta off, Pak, apa salah ya kalau memang tidak bisa cuti," terangnya.
Sejumlah pengguna media sosial menilai respons tersebut tidak mencerminkan empati dan dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan terhadap pekerja, terutama dalam kondisi darurat.
Setelah viralnya kasus tersebut, pihak manajemen terkait akhirnya memberikan klarifikasi atas percakapan yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Pemerintah Klaim Stok Jagung, Gula hingga Telur Ayam Surplus jelang El Nino Godzilla
Supervisor Akhirnya Minta Maaf
Dalam kesempatan berbeda, terlihat video klarifikasi yang disampaikan supervisor terkait usai ramainya kasus tersebut.
"Berkaitan dengan chat WA saya, saya meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan," terangnya sebagaimana dilansir dari postingan yang sama.
"Saya menyadari melakukan hal yang tidak sepatutnya dalam hal ini, yaitu memaksa tim saya untuk mengundurkan diri, dan bertindak melebihi batas kewenangan saya sebagai supervisor," tandasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak karyawan atas klarifikasi yang diberikan pihak manajemen Mie Gacoan di Kota Medan tersebut.
Namun yang jelas, kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan hak para pekerja, terutama dalam situasi darurat yang melibatkan keluarga.***
Artikel Terkait
Kemenag Usul Tambah Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Madrasah dan Sekolah Keagamaan, Salah Satunya Bantuan Buku Tulis Gratis
BGN Hentikan Insentif Rp6 Juta per Hari jika SPPG MBG Tak Lakukan Ini
PPPK Lumajang Full Senyum, Pemerintah Pastikan Taka Ada PHK di Tengah Efisiensi Anggaran
Pemerintah Jamin Tak Ada Pemberhentian PPPK dan PPPK Paruh Waktu Meski Belanja Pegawai di Atas 30 Persen
PPPK Paruh Waktu Bakal Ditempatkan di Koperasi Merah Putih, Kecuali 2 Pegawai Ini
Viral, Petugas SPPG Injak Melon MBG Berujung Klarifikasi dan Minta Maaf
1,7 Juta Siswa MI, MTs dan Santri Ikut TKA dan Asesmen Nasional Hari Pertama, Kemenag: Kita Bangun Sistem Pendidikan Berbasis Data
WASPADA! Modus Penipuan Berkedok Joki Pinjol, Ngaku Bisa Cairkan Dana hingga Ratusan Juta Rupiah
Aksi Heroik Satpam BRI Ajibarang Atasi Kebakaran Minibus: Langsung Cari APAR, Sukses Kendalikan Api
Percepat Program 3 Juta Rumah, Prabowo Dorong Kampus Lakukan Riset Perumahan di Indonesia