Sabtu, 18 Juli 2026

KPK Mulai Petakan Celah Korupsi MBG, Benarkah Harga Bahan Baku dari SPPG Berpotensi Kena Mark Up?

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 4 Maret 2026 | 13:48 WIB
Ilustrasi - KPK petakan potensi korupsi program MBG (Instagram/badangizinasional.ri)
Ilustrasi - KPK petakan potensi korupsi program MBG (Instagram/badangizinasional.ri)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti isu dugaan mark up atau penggelembungan harga bahan baku pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Sebelumnya diketahui, pada 24 Februari 2026 lalu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang pernah mengakui pihaknya mendapat banyak laporan tentang para mitra yang sering melakukan penggelembungan harga bahan baku pangan untuk dapur SPPG.

Penggelembungan harga tersebut disebut di atas harga eceran tertinggi (HET), dan bahkan bahan baku yang diterima berkualitas buruk.

Oleh sebab itu, dia meminta Kepala SPPG, Pengawas Keuangan hingga Pengawas Gizi untuk jangan mau mengikuti kemauan mitra SPPG tersebut.

Baca Juga: Viral Kepala Sekolah di Salatiga Protes Menu MBG, Mengaku Temukan Ulat hingga Sekrup di Makanan yang Dibagikan SPPG

Berkaca dari hal tersebut, sebagian kalangan kini tengah dibuat risau dengan berbagai persoalan yang kerap muncul pada kualitas paket makanan MBG yang beredar di sekolah maupun masyarakat.

Terbaru, sebuah rekaman video memperlihatkan aksi protes warga sekaligus penerima manfaat di wilayah Lebak Gede, Kota Bandung, Jawa Barat yang mengritik kualitas makanan MBG.

"Seorang warga melayangkan kritik tajam langsung di hadapan sosok yang disebut sebagai ahli gizi (dari SPPG)," tulis postingan @thinksmart.id yang dikutip pada Rabu, 4 Maret 2026.

Skandal Modal MBG Hanya Rp3.000

Harga yang dinilai tak sebanding dengan kualitas makanan MBG itu pun disinyalir menjadi sorotan tajam penerima manfaat di Lebak Gede.

Baca Juga: 47 SPPG Disuspend pada Minggu Pertama Ramadhan, BGN Ungkap Alasannya

"Modal untuk satu porsi makanan tersebut disebut hanya berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000," beber postingan itu.

"Sehingga muncul kecurigaan adanya pemotongan anggaran yang terlalu besar masuk ke kantong pengelola," sambungnya.

Berdasarkan penelusuran, keluhan serupa terkait kualitas paket makanan MBG juga terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X