Baca Juga: FGSNI Apresiasi Komisi VIII DPR RI yang Menjamin Realisasi Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta
“Nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan tidak akan bisa masuk. Nanti kita lihat blacklist-nya seperti apa. Jadi, jangan menghina negara sendiri,” tuturnya.
“Itu saya ingatkan kepada teman-teman yang lain dari LPDP dan saya pastikan akan di-blacklist betulan dengan serius,” tegasnya.
Polemik ‘Cukup Aku yang WNI, Anak-anakku Jangan’
Isu ini muncul ketika DS dalam akun Instagram @sasetyaningtyas mengunggah video menunjukkan paket dokumen dari membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya berisi selembar surat dari Home Office Inggris.
Surat itu menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris dan memamerkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.
“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya dalam unggahan tersebut yang memantik rasa geram warganet.
Pasalnya, ia dan suaminya adalah alumni LPDP yang dibiayai oleh negara serta saat ini makin dikuliti oleh warganet mengenai kontrak pengabdian usai merampungkan pendidikannya.***
Artikel Terkait
DPR Ingatkan Kemenag Siapkan Data Valid untuk Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta: Jangan jadi Utang!
Kronologi Dugaan Penganiayaan NS, Bocah 12 Tahun oleh Ibu Tirinya di Sukabumi, Hasil Autopsi Ungkap Kondisi Korban
Ayah NS Ceritakan Momen saat Beri Uang Rp50 Ribu Sebelum Kembali ke Pondok, Ungkap Cita-cita sang Anak yang Ingin jadi Kiai
Hilal TPG Guru Madrasah Sudah Tampak, Kemenag Instruksikan Percepatan Pencairan, Lulusan PPG 2025 juga Cair
15 Madrasah Aliyah Unggulan di Indonesia, Punya Prestasi di Bidang Sains hingga Riset, Rekomendasi SPMB 2026
Pakar Sebut Perjanjian Tarif RI-AS Bakal Buka Lapangan Kerja di Indonesia, Kok Bisa?
Petani NTT Bersyukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat MBG
Kemenag Buka Suara soal Kebijakan Zakat untuk MBG, Begini Faktanya
15.160 Guru PAI Ikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab Angkatan 4, Kemenag: Untuk Ukur Capaian Pembelajaran Peserta
Viral Antrean Panjang Warga Sumenep demi Menanti Tarawih Sejak Siang Hari, Amplop Rp300 Ribu Disebut Jadi Penyemangat