Minggu, 19 Juli 2026

Isak Tangis Iringi Pemakaman Engineer Pesawat ATR 42-500 di Polanharjo Klaten

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 26 Januari 2026 | 10:49 WIB
Isak tangis keluarga iringi prosesi pemakaman Restu Adi Pribadi, korban pesawat ATR 42-500, Minggu siang, 25 Januari 2026 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)
Isak tangis keluarga iringi prosesi pemakaman Restu Adi Pribadi, korban pesawat ATR 42-500, Minggu siang, 25 Januari 2026 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)

Baca Juga: Sonny T. Danaparamita Minta Audit Total Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi, Hak Korban Harus Dipenuhi Negara

"Dia bilang ke istrinya mau ke Makassar."

"Katanya nanti kalau sudah sampai akan mengabari lagi," ucap Bambang Janarom.

“Orangnya baik, humble, dan gampang bergaul di masyarakat. Enggak neko-neko," imbuhnya.

Bambang Janarom menambahkan, Restu Adi Pribadi selama ini bersama istri dan anaknya tinggal di kawasan Halim, Jakarta.

Baca Juga: Detik-detik 2 Pemuda di Kandangserang Pekalongan Niat Rapikan Kabel WiFi Endingnya Terkapar Tersengat Listrik, Begini Kondisinya

Sementara Dukuh Tlangu merupakan rumah keluarga istrinya.

Dalam 2 bulan terakhir, istri dan anak Restu Adi Pribadi berada di Klaten karena ayah mertua sedang sakit.

Seperti yang diketahui, Pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Peristiwa itu menewaskan 10 kru serta penumpang. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X