Namun ketika hujan deras turun dan debit air meningkat, masyarakat terpaksa mengurungkan niat untuk bersekolah, berkebun, atau memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga setempat harus melalui kondisi ini setelah jembatan gantung yang sebelumnya melintas di atas Sungai Way Umbar mengalami kerusakan berat dan dibiarkan terbengkalai sejak 2023.
Untungnya, sebanyak 49 personel yang terdiri dari unsur TNI dan berbagai unsur lainnya segera membangun jembatan tersebut pada akhir 2025 lalu.
Pembangunannya pun terbilang cepat, hanya butuh enam hari untuk diselesaikan.
Jembatan Way Umbar resmi diresmikan pada 30 Desember 2025 lalu dan menjadi kado tahun baru yang bermakna bagi warga Desa Pekon Umbar.
Pembangunan jembatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ingatkan Petinggi BUMN: Kalau Tak Sanggup Mengabdi, Berhenti Saja
Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat, dimulai dari pinggiran, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. ***
Artikel Terkait
TERUNGKAP! Bukan Rp150 Juta, Biaya Pembuatan Sumur Bor di Aceh yang Kedalaman Mencapai 89 Meter Ternyata Segini
Kepala Dishub Palembang Buka Suara usai Viralnya Dugaan Pungli terhadap Relawan Bencana Aceh di Terminal Karya Jaya
Menkes Keluhkan Mahalnya Harga Pesawat ke Aceh: Murah Kirim Tim Medis Lewat Malaysia
Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Mendiktisaintek Sebut Ada 82 Perguruan Tinggi Turun Tangan Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar