Di Jawa Barat, terutama di wilayah pedesaan, fenomena anak-anak dan warga yang harus menyeberangi sungai demi bersekolah atau beraktivitas sudah lama menjadi sorotan.
Banyak lokasi di Jawa Barat diidentifikasi sebagai area rawan akses karena minimnya jembatan penghubung, sementara sungai-sungai kecil kerap menjadi penghalang yang membahayakan keselamatan anak sekolah dan warga.
Baca Juga: Begini Tangis Haru Keluarga Eks Dirut ASDP Dengar Pengumuman Rehabilitasi dari Prabowo
Warga bahkan harus menggunakan rakit, berenang, atau berjalan memutar jauh untuk sekadar sampai ke sekolah atau ke ladang mereka.
Isu ini juga memicu respons pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jembatan demi keselamatan dan mobilitas masyarakat. ***
Artikel Terkait
TERUNGKAP! Bukan Rp150 Juta, Biaya Pembuatan Sumur Bor di Aceh yang Kedalaman Mencapai 89 Meter Ternyata Segini
Kepala Dishub Palembang Buka Suara usai Viralnya Dugaan Pungli terhadap Relawan Bencana Aceh di Terminal Karya Jaya
Menkes Keluhkan Mahalnya Harga Pesawat ke Aceh: Murah Kirim Tim Medis Lewat Malaysia
Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Mendiktisaintek Sebut Ada 82 Perguruan Tinggi Turun Tangan Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar