Minggu, 19 Juli 2026

Refleksi Akhir Tahun 2025, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Serukan Solidaritas dan Keteladanan Elit Bangsa

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 31 Desember 2025 | 17:33 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Serukan Solidaritas dan Keteladanan Elit Bangsa. (Dok Humas PP Muhammadiyah)
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Serukan Solidaritas dan Keteladanan Elit Bangsa. (Dok Humas PP Muhammadiyah)

Baca Juga: 20 Ucapan Tahun Baru 2026 Untuk Pasangan, Memiliki Pesan Penuh Cinta dan Harapan

“Alangkah ruginya hidup ini jika manusia menjadi korban kebebasan media sosial yang liar, padahal seluruh warga bangsa sejatinya saling memerlukan untuk hidup bersama dalam harmoni dan keadaban tinggi,” tegas Haedar.

Dalam situasi kritis di mana sebagian orang mudah marah atas keadaan di tengah hegemoni media sosial yang memproduksi berita-berita sensitif, terbuka potensi konflik di tubuh bangsa ini.

Sementara itu berbagai pandangan keras hadir saling berbenturan di tengah informasi yang sahih tidak didapatkan.

Manakala kondisi ini tidak terkelola dengan baik, akan lahir anarki sosial dan kegaduhan struktural dalam berbagai bentuk yang tentu tidak diinginkan bersama.

Baca Juga: Resep Tahu Saus Padang, Murah Meriah Lezat Gurih dan Pedas Menggugah Selera

“Di sinilah pentingnya kedewasaan dan kearifan seluruh pihak di tubuh bangsa ini,”jelas Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa di tengah konstelasi global yang semakin kompleks, Indonesia tahun depan mesti dituntut makin waspada dan seksama dalam menghadapi kehidupan di berbagai aspek.

Masalah politik, ekonomi, sosial budaya, keagamaan, perkembangan ekosistem, perubahan iklim, dan problematika lainnya yang berat dan kompleks menuntut transformasi kehidupan yang bermakna (transformation with meaning) agar Indonesia mampu melangsungkan kehidupan dan memproyeksikan masa depan ke jalan yang semakin pasti dan benar arah perjalanannya.

Kehidupan demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralitas kebangsaan yang kian bebas ke arah serba bebas atau liberal menuntut rujukan konstitusional dan penguatan nilai yang kokoh bersendikan Pancasila, agama, dan kebudayaan luhur bangsa.

Baca Juga: Sopir Baca Google Maps, Mobil Innova OTW Batul Terjun ke Jurang di Polanharjo Klaten, Begini Kondisi 6 Korban

“Rakyat dan tanah air Indonesia yang diperjuangkan kemerdekaannya tahun 1945 dengan darah dan segenap pengorbanan oleh para pejuang dan pendiri negara semakin menuntut kepastian untuk dijamin kehidupan dan keberlangsungannya,” jelas Haedar.

“Pastikan bahwa Pemerintah Negara Republik Indonesia secara nyata dan konsisten mampu melaksanakan kewajiban konstitusionalnya dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tambah Haedar.

Haedar juga mengimbau tokoh politik dan pejabat negara dituntut jiwa, pemikiran, serta orientasi kenegarawanan dan keteladanan yang luhur dalam memimpin Indonesia ke arah yang benar.

Arah berbangsa-bernegara mesti sejalan dengan nilai, konstitusi, dan cita-cita nasional yang diletakkan oleh para pendiri negara.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X