Minggu, 19 Juli 2026

Menhut Raja Juli Kena Semprot Titiek Soeharto usai Tayangan Truk Pengangkut Kayu Besar Pascabencana: Saya Marah

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 5 Desember 2025 | 10:58 WIB
Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto mendesak Menhut Raja Juli menindak pelaku illegal logging tanpa tebang pilih.  (YouTube TVR Parlemen)
Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto mendesak Menhut Raja Juli menindak pelaku illegal logging tanpa tebang pilih. (YouTube TVR Parlemen)

PORTALOKA.ID - Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, menyampaikan kemarahan sekaligus kesedihannya atas temuan truk-truk pengangkut pohon berukuran besar yang melintas hanya dua hari setelah bencana banjir bandang melanda wilayah Sumatera.

Sikap tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis, 4 Desember 2025.

Rapat tersebut diawali dengan pemutaran video sejumlah truk yang mengangkut kayu gelondongan berdiameter besar, yang kemudian memicu reaksi keras dari Titiek.

Titiek: Truk Pengangkut Kayu Setelah Banjir Menyakiti Hati Rakyat

Baca Juga: Anggota DPR Sentil Menteri Kehutanan Raja Juli agar Mundur dari Jabatannya: Enggak Punya Hati Nurani

Setelah video selesai diputar, Titiek tidak dapat menyembunyikan emosinya dan menyebut pemandangan truk-truk tersebut sebagai hal yang menyedihkan sekaligus memicu kemarahan publik.

Titiek juga menyebut bahwa aktivitas itu terjadi sesaat setelah bencana yang menimbulkan korban dan kerusakan besar.

“Terus terang saya sedih, miris, dan saya marah,” ujar Titiek.

Ketua Komisi IV DPR itu pun mempertanyakan bagaimana mungkin pohon berdiameter sekitar 1,5 meter itu bisa ditebang dan diangkut begitu saja di tengah situasi pascabencana.

Baca Juga: Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI Yang Berusia 130 Tahun

“Ini manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya aja bisa motong-motong kayu seperti itu?” tanyanya dalam forum tersebut.

Titiek juga menyoroti fakta bahwa truk-truk tersebut melintas di jalan raya hanya dua hari setelah banjir bandang terjadi.

Menurutnya, hal itu tidak hanya tidak sensitif terhadap bencana, tetapi juga terkesan mengejek masyarakat yang tengah berduka.

“Sungguh menyakitkan Pak Menteri, ini suatu kalau orang Jawa bilang ngece (mengejek), perusahaan ini mengejek gitu, baru kita kena bencana dia lewat di depan muka kita,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X