Sabtu, 18 Juli 2026

Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI Yang Berusia 130 Tahun

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Kamis, 4 Desember 2025 | 16:11 WIB
Sejarah BRI (Ist)
Sejarah BRI (Ist)

PORTALOKA.ID  Memasuki usia 130 tahun, BRI lahir dengan membawamisi sebagai bank untuk rakyat.

Didirikan pada 16 Desember 1895 oleh seorang Patih di Purwokerto yakni Raden Aria Wirjaatmadja, lembaga awal yang bernama Hulp en Spaarbank der InlandscheBestuurs Ambtenaren (Bank Pertolongan dan Tabungan PriyayiPurwokerto) ini bermula dari kebutuhan menyediakan akseskeuangan yang adil bagi pegawai pribumi.

Sebelum terbentuknya lembaga resmi tersebut, Raden Aria Wirjaatmadja diketahui telah beberapa kali memberikan bantuanpribadi.

Kala itu, berita tentang uluran tangan Raden Aria Wirjaatmadja sangat cepat menyebar di masyarakat.

Baca Juga: Terungkap Alasan Pelaku Pembunuhan Pria Bersimbah Darah di Wirobrajan Jogja, Berawal Dari Tak Mampu Bayar Kos

Sayangnya, tingginya permintaan bantuan membuat dana pribadi yang berhasilRaden Aria Wirjaatmadja sisihkan tidak lagi mencukupi.

Alhasil, melihat kebutuhan yang terus meningkat, Raden Aria Wirjaatmadja berdiskusi dengan orang-orang kepercayaannyaseperti Atma Sapradja, Atma Soebrata, dan Djaja Soemitra untukmencari sumber pendanaan lain. Dari pertemuan ini, akhirnyamuncul gagasan memanfaatkan kas Masjid Purwokerto.

Dukungan penuh akhirnya datang dari Penghulu Masjid Purwokerto, Kiai Mohammad Redja Soepena, serta persetujuanAsisten Residen E. Sieburgh.

Mereka melihat bahwa tujuanpenggunaan kas masjid tersebut mulia dan yakin bahwa dana akankembali.

Baca Juga: Resep Opor Ayam Susu Gurih Lezat dan Berprotein, Cocok Jadi Menu Makan Malam

Bahkan, E. Sieburgh menyarankan pembentukan satukomisi pengelola yang dipimpin langsung oleh Raden Aria Wirjaatmadja.

Namun, upaya ini harus terhenti karena aturan pemerintah Hindia Belanda yang melarang penggunaan dana masjid untuk kepentingandi luar kegiatan ibadah. Meski begitu, penghentian tersebut tidakberdampak signifikan terhadap kepercayaan publik.

Proses utang-piutang yang telah berjalan tetap berlanjut, dan para debiturmengembalikan dana pinjaman secara teratur.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X