“Kalau jalan tol, tanahnya dibayar negara. Kalau kereta cepat, perusahaan yang bayar. Angkanya bisa 15 triliun. Harusnya ini bisa diatur ulang,” sebutnya.
Ia menambahkan, logika subsidi di sektor transportasi publik bukan hal baru. Pemerintah bahkan sudah mengeluarkan lebih dari 10 triliun rupiah per tahun untuk subsidi MRT, BRT, dan LRT di Jabodetabek yang melayani jutaan penumpang setiap hari.
Meski begitu, hal tersebut berbeda dengan kereta cepat yang menyasar kalangan menengah ke atas, proyek Whoosh menimbulkan dilema antara kebanggaan nasional dan efisiensi fiskal.
Pertanggungjawaban dan Transparansi
Berkaca dari kontroversi yang kini menjerat proyek Whoosh, hal itu menunjukkan perlunya kejelasan tanggung jawab atas keputusan politik di masa lalu yang kini dianggap membebani publik.
Baca Juga: 1.666 Perusahaan Buka 26 Ribu Lowongan Magang, Gaji Dibayar Pemerintah, Buruan Daftar!
“Tidak adil bagi anak-anak bangsa ini, cucu-cucu kita, menanggung beban sebesar ini hanya karena dulu tidak ada yang berani bersuara,” terang Akbar Faizal.
Di sisi lain, kini akar persoalan Whoosh bukan semata pada utang atau bunga pinjaman, melainkan pada keputusan kebijakan dan model pembiayaan yang sejak awal dianggap tidak transparan.***
Artikel Terkait
Bikin Sendiri Lebih Puas, Ini Dia Resep Batagor Renyah Gurih dan Bikin Nagih
Resep Bolu Pisang Coklat Keju Manis Legit dan Lembut Bikin Nagih, Cocok Jadi Hidangan di Akhir Pekan
Dapat BLT Rp900 Ribu, Sopir Ojol Ini Bisa Belikan Sepatu Futsal Hadiah Ulang Tahun untuk Anak
20 Ide Lomba untuk Memperingati Hari Santri 2025, Ada Bikin Puisi Islami hingga Festival Film Pendek
Buron 19 Hari, Pria Asal Kupang NTT Dibekuk Polisi Gegara Melakukan Aksi Penikaman, Berawal dari Mabuk Miras Joget di Acara Nikahan
Cara Biking Gongso Ayam Khas Semarang yang Enak, Manis Gurihnya Pas Pedasnya Nampol, Cocok untuk Ide Jualan, Cek Resepnya di Sini
Cara Bikin Es Gula Asam yang Enak dan Nyegerin Diminum saat Cuaca Panas, Cek Resepnya di Sini ya! Cocok untuk Ide Jualan
Anggota DPR Harris Turino: Sri Mulyani Kapitalisme Swasta, Purbaya Kapitalisme Negara
Anggota DPR RI Harris Turino: Kereta Cepat Jakarta Bandung itu Bayi Sungsang, Salah Desain Sejak Awal
Pasutri Tertimpa Pohon Jati Saat Berkendara di Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta, 1 Orang Meninggal Dunia