Minggu, 19 Juli 2026

Disuruh Bikin Laporan Dugaan Mark Up Kereta Cepat Whoosh oleh KPK, Mahfud MD Bilang Begini

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:52 WIB
Tanggapan Mahfud MD diminta bikin laporan dugaan mark up kereta cepat Whoosh oleh KPK (Instagram @mohmahfudmd)
Tanggapan Mahfud MD diminta bikin laporan dugaan mark up kereta cepat Whoosh oleh KPK (Instagram @mohmahfudmd)

Baca Juga: Sebanyak 127.660 Penumpang WNA Gunakan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta Periode Januari hingga September 2025

Dalam acara tersebut, dua narasumber yakni Agus Pambagyo dan Antony Budiawan lebih dulu menyoroti persoalan dugaan kejanggalan dalam proyek Whoosh.

“Yang berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya. Seperti saya sebut di podcast Terus Terang, yang awalnya menyiarkan itu adalah NusantaraTV dalam rubrik Prime Dialog edisi 13 Oktober 2025 dengan narsum Agus Pambagyo dan Antony Budiawan,” ungkap Mahfud.

Mahfud menegaskan bahwa dirinya hanya mengulas kembali pernyataan kedua narasumber tersebut di podcast pribadinya.

“Semua yang saya sampaikan sumbernya adalah NusantaraTV, Antony Budiawan, dan Agus Pambagyo yang disiarkan secara sah dan terbuka,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota DPR Harris Turino: Sri Mulyani Kapitalisme Swasta, Purbaya Kapitalisme Negara

Persilakan KPK Panggil Dirinya

Mahfud menyatakan siap jika KPK ingin memintai keterangannya soal dugaan mark up proyek Whoosh.

Mantan Menko Polhukam itu bahkan bersedia menunjukkan bukti tayangan dari NusantaraTV yang menjadi sumber awal informasi publik tersebut.

“Jadi jika memang berminat menyelidiki Whoosh, KPK tak usah menunggu laporan dari saya. Panggil saja saya dan saya akan tunjukkan siaran dari NusantaraTV tersebut,” kata Mahfud.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tambah Bantuan Langsung Tunai BLT, Harapan Baru untuk Masyarakat Rentan

“Setelah itu panggil NusantaraTV, Antoni Budiawan, dan Agus Pambagyo untuk menjelaskan. Bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan,” lanjutnya.

Mahfud pun mempertanyakan bagaimana lembaga sebesar KPK bisa tidak mengetahui bahwa perbincangan soal dugaan kejanggalan proyek Whoosh telah lebih dulu disiarkan secara terbuka.

“Aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sudah menyiarkan masalah tersebut, sebelum saya membahasnya di podcast Terus Terang,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X