"Dari tragedi Klaten ini, saya pribadi akan selalu mensupport, mengawal terus sampai nanti diusut setuntas-tuntasnya."
"Jangan sampai ada pengalaman seperti ini terjadi, yang jelas teman musisi seniman harus kompak, sedulur siji sedulur kabeh, loro siji loro kabeh."
"Saya pribadi enggak tega melihat video tersebut, karena kita sendiri juga tahu untuk biaya musisi tidak seberapa."
"Dia bekerja malah dianiaya seperti itu, bertaruh nyawa."
"Saya mesakne (kasihan), miris sekali, kejadian itu kalau terjadi lagi kami siap membela dan menegakkan," ucap Abah Lala kepada wartawan, Rabu, 1 Oktober 2025.
Setelah berkumpul di Alun-alun Klaten, masaa mendatangi rumah korban dan Mapolres Klaten.
Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo mengatakan berdasarkan penyelidikan, polisi sudah menetapkan 3 tersangkan dalam kasus tersebut.
"Penyidikan yang dilakukan dengan mengambil keterangan saksi-saksi dan dicocokkan analisis peristiwa yang ada, petunjuk dari video bahwa sementara kita menetapkan 3 tersangka," kata AKBP Nur Cahyo.
Diberitakan sebelumnya, RW (23), warga Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah jadi korban pengeroyokan saat mengisi acara pentas hajatan pernikahan.
Video pengeroyokan viral di media sosial setelah diunggah berbagai akun media sosial, salah satunya @infocegatanklaten, Selasa, 30 September 2025.
Dalam video terlihat korban dipukul menggunakan kursi lipat dan ditendang.
Artikel Terkait
Sederet Barang Bukti dan Ancaman Penjara Kasus Pengeroyokan Pemain Gendang Acara Pernikahan di Gemblegan Kalikotes Klaten
Kondisi Pemain Gendang Pasca Dikeroyok saat Acara Hajatan Pernikahan di Gemblegan Kalikotes Klaten, Korban Ditendang dan Dipukul Kursi
Identitas Pemain Gendang Korban Pengeroyokan Acara Pernikahan di Gemblegan Kalikotes Klaten, Dibawa ke Rumah Sakit
Peran Para Pelaku Pengeroyokan Pemain Gendang Acara Pernikahan di Gemblegan Kalikotes Klaten, Korban Luka di Pelipis Dibawa ke Rumah Sakit
Terungkap Motif Pelaku Kasus Pengeroyokan Pemain Gendang Acara Pernikahan di Gemblegan Kalikotes Klaten, Penjual Miras Ikut Diamankan