Kamis, 4 Juni 2026

Awasi Pemilu dan Pilkada 2029, Bawaslu Ciamis Bangun Sinergi dan Perkuat Kelembagaan

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Sabtu, 27 September 2025 | 21:45 WIB
Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu Bawaslu Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)
Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu Bawaslu Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di Hotel Tyara, Sabtu, 27 September 2025.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran pengawas pemilu, pemerintah daerah, partai politik, organisasi kepemudaan, pramuka, akademisi, hingga tokoh masyarakat, sebagai wujud kolaborasi menjaga demokrasi di daerah.

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Widodo Wuryanto, menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memperkuat peran Bawaslu sebagai garda depan demokrasi.

“Mustahil Bawaslu bekerja optimal tanpa dukungan stakeholder. Kami mohon komitmen semua pihak agar pengawasan pemilu di Ciamis semakin kuat, adil, dan transparan,” ujarnya.

Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Gelar Forum Diskusi Budaya, Ajak Pelaku Seni di Ciamis Bangun Ekosistem Pemajuan Kebudayaan Menuju Warisan Dunia

Widodo juga menyinggung dinamika politik nasional, termasuk rencana Pemilu dan Pilkada 2029 yang kemungkinan besar kembali dipisahkan.

"Hal ini menjadi tantangan besar yang harus disiapkan sejak dini oleh pengawas pemilu di daerah, makanya penguatan kelembagaan pengawasan ini sangat penting untuk menjaga demokrasi pemilu nanti," ucapnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jajang Miftahudin, menyebut kegiatan sebagai ajang penting untuk menyatukan langkah menghadapi agenda demokrasi lima tahun mendatang.

“Jika Pemilu dan Pilkada 2029 benar-benar dipisah, maka tantangan pengawasan akan semakin kompleks. Karena itu, kita harus bersiap sejak sekarang, membangun sinergi dengan seluruh stakeholder agar pengawasan berjalan efektif,” tegasnya.

Baca Juga: Berkat Pendampingan BRI, Usaha Kopi Lokal Ini Semakin Bertumbuh, Awalnya dari Hobi Kini jadi Ladang Bisnis Menjanjikan

Ditambahkannya, pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu semata, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat, partai politik, lembaga legislatif, pemerintah daerah, hingga kalangan akademisi. Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci utama untuk mewujudkan pemilu yang sehat dan bermartabat.

“Pemilu yang demokratis tidak akan lahir dari kerja sepihak. Semua pihak harus mengedepankan integritas, menjauhkan diri dari politik transaksional, serta menguatkan budaya partisipasi publik. Hanya dengan cara itu kita bisa menghadirkan demokrasi yang bersih, jujur, dan benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jajang juga mengingatkan, penguatan kelembagaan pengawas pemilu di tingkat daerah bukan hanya soal persiapan teknis, melainkan juga soal membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

Jajang mengajak seluruh komponen masyarakat di Ciamis untuk bersama-sama menjadikan momentum ini sebagai pijakan menuju pesta demokrasi yang lebih berkualitas pada 2029 mendatang.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X