Kamis, 4 Juni 2026

Ribuan Siswa jadi Korban Keracunan MBG, BGN Lakukan Langkah Tegas: Tutup Dapur SPPG hingga Bentuk Tim Investigasi

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Kamis, 25 September 2025 | 20:24 WIB
BGN mengambil sejumlah langkah terkait keracunan MBG di sejumlah daerah (bgn.go.id)
BGN mengambil sejumlah langkah terkait keracunan MBG di sejumlah daerah (bgn.go.id)

Untuk mengatur regulasi pelaksanaan MBG, Nanik mengatakan bahwa verifikasi dapur MBG akan diperketat.

Pihaknya juga akan mengirim tim ke lapangan untuk mengecek langsung SPPG.

“Mereka (SPPG) biasanya kirim foto sebelum verifikasi, ada koordinator regional itu turun untuk ngecek, bisa jadi ada kongkalikong, misalnya ini dapur nggak menuhin syarat. Kita akan mulia inspeksi satu per satu dapur,” paparnya.

“Bila kita temukan, langsung kita tutup,” tegasnya.

Baca Juga: Muncul Dugaan Food Tray MBG Impor dari China Mengandung Babi, Organisasi Pelajar Desak Pemerintah Pakai Produk Lokal

Pembentukan Tim Investigasi BGN

Sebelumnya, Nanik juga mengatakan bahwa BGN membentuk Tim Investigasi Khusus untuk menelusuri penyebab dan mencari solusi jangka panjang kasus keracunan yang terjadi.

Pembentukan tim investigasi ini dipimpin langsung oleh Nanik, yang nantinya akan menjadi second opinion ketika terjadi insiden keamanan pangan sambil menunggu hasil dari BPOM, sehingga BGN dapat lebih cepat mengidentifikasi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan.

“Kami membentuk Tim Investigasi ini sebagai second opinion. Sebelum hasil dari BPOM keluar, kami sudah bisa mengidentifikasi kira-kira apa penyebab anak-anak ini sakit,” ucap Nanik di kantor BGN pada Senin, 22 September 2025.

Tim investigasi dari BGN ini akan terdiri dari ahli kimia, ahli farmasi, dan tenaga yang memiliki keahlian di bidang kesehatan, yang akan bekerja mulai dari meneliti proses memasak hingga memastikan kualitas bahan baku.

Baca Juga: 3 Fakta Truk Tabrak Rumah di Pandak Bantul, Berakhir Damai hingga Kerugian Jutaan Rupiah

Menyimpan Bahan Makanan untuk Sampel

Dalam instruksinya, SPPG harus menyimpan sampel makanan dalam freezer selama dua hari.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi keracunan, sehingga sampel dapat diuji di laboratorium.

“Selain dibagikan kepada anak-anak, setiap hari ada sampel yang disimpan selama dua hari di freezer. Jika terjadi insiden, sampel tersebut akan kami cek di laboratorium,” tuturnya.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X