“Petani harus sejahtera ketika Indramayu menjadi benteng terdepan ketahanan pangan. Saya membuka lebar kerja sama menuju ketahanan pangan dan energi, agar Indramayu tetap memiliki sawah yang subur, energi yang lancar, dan petani yang cerdas,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima infrastruktur pertanian, bantuan sarana produksi, serta penandatanganan prasasti peresmian oleh Bupati Indramayu bersama SKK Migas–Pertamina EP.
Waryatno, perwakilan petani Desa Jatisura, juga menyampaikan rasa syukur atas program ini.
“Dengan adanya sumur bor, masyarakat tani di Jatisura bisa lebih terbantu, terutama di musim kemarau. Semoga fasilitas ini terus terjaga dan memberi manfaat jangka panjang bagi kami,” ucapnya.
Baca Juga: 3 Curug Tersembunyi di Garut, Tempat yang Pas Buat Healing, HTM-nya Lebih Murah dari Harga Bakso
Kolaborasi antara Pemkab Indramayu, SKK Migas–Pertamina EP, Kementerian Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, serta masyarakat petani ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kemandirian energi.***
Artikel Terkait
Kembangkan Agens Hayati untuk Pengendali Hama Padi, Kelompok Tani di Indramayu Ini Dapat Apresiasi dari Kementerian Pertanian
Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat Hadapi Tantangan Sosial Ekonomi
BSMSS 2025 di Desa Cikawung Resmi Ditutup, Ini Pesan Bupati Indramayu
Pemkab Indramayu Upayakan Pilwu Serentak Digelar Desember 2025
Indramayu Mengaji, Program Percepatan Dorong Penguatan Nilai Religius di Dunia Pendidikan