Minggu, 19 Juli 2026

Wujudkan LP2B, SKK Migas dan Pertamina EP Tingkatkan Infrastruktur di 114 Hektar Lahan Pertanian

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Jumat, 12 September 2025 | 16:00 WIB
Bupati Indramayu, Lucky Hakim (Istimewa)
Bupati Indramayu, Lucky Hakim (Istimewa)

PORTALOKA.ID - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Kali ini, melalui sinergi dengan SKK Migas dan Pertamina EP, berbagai infrastruktur pertanian dibangun di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 1 menjadi IP 3 pada lahan seluas 114 hektare.

Peresmian sekaligus penyerahan infrastruktur kepada Pemkab Indramayu dilakukan pada Kamis, 11 September 2025 dan diterima langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menyebut kolaborasi ini sebagai sejarah baru bagi sektor migas dan pemerintah daerah.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak hingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: APBD Perubahan 2025 Kabupaten Sumedang Resmi Ditetapkan, Fokus pada Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur

Adapun infrastruktur yang dibangun meliputi lima unit sumur bor dengan rumah pompa, tiga jalan usaha tani baru, pelebaran dan perbaikan dua jalan usaha tani, peningkatan saluran irigasi, serta pembangunan dua saluran irigasi tersier. Dengan adanya fasilitas ini, petani tetap bisa menanam meskipun di musim kemarau.

Selain itu, SKK Migas–Pertamina EP turut menyerahkan dua unit traktor, alat rotari, alat semprot hama elektrik, benih padi, dan pupuk. Perusahaan juga berkomitmen memberikan program pendampingan bagi kelompok tani selama dua tahun ke depan, untuk mendukung peningkatan produksi di Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Jatisura.

Direktur Utama Pertamina EP Regional 2, Rachmat Hidajat, menegaskan bahwa program ini bukan hanya bentuk pemenuhan kewajiban perusahaan, melainkan komitmen nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus energi.

“Harapannya, aspirasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi bisa terwujud melalui kolaborasi seluruh pihak,” katanya.

Baca Juga: Tersisa 105 Guru Mapel Agama yang Belum Lapor Diri PPG Daljab Angkatan III Tahun 2025, Kemenag Ungkap Alasannya

Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Rija Sudirja, menyampaikan pembangunan ini merupakan tindak lanjut kajian kelayakan alih fungsi lahan LP2B. Dari kewajiban menyediakan lahan pengganti seluas 86 hektare, yang disiapkan justru lebih besar, yaitu 114 hektare. Hal ini diyakini mampu memperkuat produksi pangan di Indramayu.

Senada, perwakilan Kementerian Pertanian, Luqhtul Hakim, menegaskan bahwa Indramayu memiliki LP2B terluas di Jawa Barat sekaligus menjadi penopang utama produksi padi nasional.

“Indramayu adalah juara 1 produksi padi di Jawa Barat, disusul Karawang. Program ini sejalan dengan upaya menjaga swasembada pangan dan energi,” jelasnya.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi lintas sektor ini.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X