BANDUNG, PORTALOKA.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terbitkan Surat Edaran tentang Himbauan Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Terhadap Potensi Kegempaan di Kabupaten Bandung, Jumat, 22 Agustus 2025.
Surat Edaran ini disampaikan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana.
Surat Edaran tertanggal 20 Agustus 2025 ini disampaikan kepada para Kepala Badan, para Kepala Dinas dan para Camat se-Kabupaten Bandung untuk disosialisaikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Cakra Amiyana menyebutkan Surat Edaran itu atas dasar menyikapi kejadian gempa bumi yang beberapa waktu ini terjadi di Kabupaten Bandung dengan pola yang sama (terjadi di satu segmen sesar).
"Untuk itu, saya sampaikan surat edaran langkah-langkah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi yang ada di Kabupaten Bandung," kata Cakra Amiyana dalam keterangannya.
Menurut Cakra Amiyana, surat edaran itu untuk merespon informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait peningkatan aktivitas seismic kegempaan pada segmen barat Sesar Lembang (Segmen Cimeta) sejak 24 Juli 2025.
Dijelaskan dengan kronologis sebagai berikut, yakni pada 24 Juli 2025 magnitudo kegempaan 1,8; pada 28 Juli 2025 magnitudo kegempaan 2,1; pada 14 Agustus 2025 magnitudo kegempaan 1,9; pada 15 Agustus 2025 magnitudo kegempaan 1,8.
Kemudian kejadian gempa tektonik beruntun yang terjadi di area Sesar Kertasari dengan kronologis sebagai berikut, pada 15 Agustus 2025 magnitude kegempaan 2,0; pada 17 Agustus 2025 magnitudo kegempaan 1,3; pada 18 Agustus 2025 magnitude kegempaan 1,7.
Baca Juga: Ruas Jalan Kadakajaya-Cijambu Sumedang Longsor, Dipicu Gorong-Gorong Terutup Bangunan Rumah
Melihat kejadian itu, lanjut Cakra Amiyana, ada beberapa hal penting yang harus disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung terkait himbauan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kegempaan.
"Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa Indonesia sebagai wilayah Zona Subduksi memiliki potensi gempa bumi yang dapat melepaskan energi gempa signifikan dan dapat terjadi sewaktu-waktu dengan berbagai skala kekuatan," jelasnya.
Kata Cakra Amiyana, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempa bumi dengan tepat dan akurat, dari kapan, di mana dan berapa kekuatannya.
Ditegaskannya, berdasarkan kajian para ahli terkait Sesar Lembang merupakan potensi bukan prediksi, sehingga siapapun tidak akan bisa memprediksi kapan terjadinya gempa bumi.
Artikel Terkait
3 Fakta Kasus Pengeroyokan Pria Bantul Yogyakarta oleh Keluarga Kekasih, Terungkap Kondisi Korban hingga Polisi Lakukan Penyelidikan
Imbas Hujan Disertai Angin Kencang di Sleman Yogyakarta, Bangunan Joglo Ambruk, Kerugian Capai Ratusan Juta
3 Fakta Joglo Ambruk di Sleman Yogyakarta, Kerugian Rp200 Juta hingga Jaringan Listrik Terputus
Resep Ayam Bakar Taliwang Khas Lombok Lengkap dengan Sambal Beberuk, Bikinnya Cuma Pakai Taflon
Resep Tempe Bacem Khas Jogja, Bumbunya Meresap Hingga ke Dalam, Asli Bikin Kangen
Resep Susu Kedelai, Minuman Segar Kaya Manfaat untuk Kesehatan, Pejuang Diet Wajib Coba!