Kamis, 4 Juni 2026

Aktivitas Seismic Sesar Lembang Meningkat, Pemkab Bandung Terbitkan Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Potensi Kegempaan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 17:35 WIB
Pemkab Bandung imbau warga tingkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya gempa bumi (Ist)
Pemkab Bandung imbau warga tingkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya gempa bumi (Ist)

BANDUNG, PORTALOKA.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terbitkan Surat Edaran tentang Himbauan Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Terhadap Potensi Kegempaan di Kabupaten Bandung, Jumat, 22 Agustus 2025.

Surat Edaran ini disampaikan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung H. Cakra Amiyana.

Surat Edaran tertanggal 20 Agustus 2025 ini disampaikan kepada para Kepala Badan, para Kepala Dinas dan para Camat se-Kabupaten Bandung untuk disosialisaikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Cakra Amiyana menyebutkan Surat Edaran itu atas dasar menyikapi kejadian gempa bumi yang beberapa waktu ini terjadi di Kabupaten Bandung dengan pola yang sama (terjadi di satu segmen sesar).

Baca Juga: Dorong Semangat Nasionalisme, 15 Tahun Berturut Turut BRI Berikan Apresiasi Anggota Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional

"Untuk itu, saya sampaikan surat edaran langkah-langkah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi yang ada di Kabupaten Bandung," kata Cakra Amiyana dalam keterangannya.

Menurut Cakra Amiyana, surat edaran itu untuk merespon informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait peningkatan aktivitas seismic kegempaan pada segmen barat Sesar Lembang (Segmen Cimeta) sejak 24 Juli 2025.

Dijelaskan dengan kronologis sebagai berikut, yakni pada 24 Juli 2025 magnitudo kegempaan 1,8; pada 28 Juli 2025 magnitudo kegempaan 2,1; pada 14 Agustus 2025 magnitudo kegempaan 1,9; pada 15 Agustus 2025 magnitudo kegempaan 1,8.

Kemudian kejadian gempa tektonik beruntun yang terjadi di area Sesar Kertasari dengan kronologis sebagai berikut, pada 15 Agustus 2025 magnitude kegempaan 2,0; pada 17 Agustus 2025 magnitudo kegempaan 1,3; pada 18 Agustus 2025 magnitude kegempaan 1,7.

Baca Juga: Ruas Jalan Kadakajaya-Cijambu Sumedang Longsor, Dipicu Gorong-Gorong Terutup Bangunan Rumah

Melihat kejadian itu, lanjut Cakra Amiyana, ada beberapa hal penting yang harus disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung terkait himbauan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kegempaan.

"Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa Indonesia sebagai wilayah Zona Subduksi memiliki potensi gempa bumi yang dapat melepaskan energi gempa signifikan dan dapat terjadi sewaktu-waktu dengan berbagai skala kekuatan," jelasnya.

Kata Cakra Amiyana, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempa bumi dengan tepat dan akurat, dari kapan, di mana dan berapa kekuatannya.

Ditegaskannya, berdasarkan kajian para ahli terkait Sesar Lembang merupakan potensi bukan prediksi, sehingga siapapun tidak akan bisa memprediksi kapan terjadinya gempa bumi.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X