Korban hanya tinggal mengurus administrasi wisuda.
"Mahasiswi yang bersangkutan memiliki IPK 3.8 dan merupakan mahasiswa penerima beasiswa KIP K (Kartu Indonesia Pintar – Kuliah)."
"Dengan demikian peristiwa itu tidak terkait dengan proses belajar mengajar di Program Studi D4 K3 Sekolah Vokasi UNS melainkan terkait dengan kondisi gangguan kejiwaan yang dialami mahasiswi yang bersangkutan," tuturnya.
Agus Riwanto menjelaskan DA sempat memberikan informasi kepada Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3 kalalu mempunyai masalah kejiwaan.
"Ada riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa," ujarnya.
Korban DA Berdiri di Atas Tuas Besi Pembatas Jembatan
DA mengakhiri hidup lompat dari Jembatan Jurug, Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Selasa, 1 Juli 2025, sekitar pukul 12.00 WIB.
Di pinggir Jembatan Jurug ditemukan sepeda motor Honda Beat AA 3757 CY, tas hitam berisi ponsel, kartu identitas dan buku catatan kecil.
Seorang driver ojek online, Hariadi mengatakan saat kejadian ia sedang mengantar penumpang dari arah Palur menuju RS PKU Muhammadiyah Solo.
Hariadi melihat korban berdiri di atas tuas besi pembatas jembatan melintas di atas Jembatan Jurug.
“Saya lihat cewek itu sudah ancang-ancang berdiri di atas besi."
"Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’."
Artikel Terkait
Pria Naik Honda Genio Tewas Terlindas Truk Pasir di Jalan Jogja-Solo Delanggu Klaten
Isi Sepucuk Pesan yang Ditulis Wanita Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo: Aku Capek, Maaf Aku Tak Sekuat Ibu
Wanita Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Ditemukan Motor Honda Beat hingga Buku Catatan Kecil
Kronologi Wanita Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Kesaksian Driver Ojek Online: Saya Teriak Mbak Turun Saja
Wanita yang Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo Ternyata Mahasiswi UNS