Minggu, 19 Juli 2026

UNS Buka Suara soal Wanita yang Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo: Mahasiswi Penerima Beasiswa IPK 3.8

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 2 Juli 2025 | 08:01 WIB
Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo buka suara terkait perempuan nekat mengakhiri hidup lompat dari Jembatan Jurug, Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Selasa, 1 Juli 2025. (uns.ac.id)
Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo buka suara terkait perempuan nekat mengakhiri hidup lompat dari Jembatan Jurug, Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Selasa, 1 Juli 2025. (uns.ac.id)

Korban hanya tinggal mengurus administrasi wisuda.

"Mahasiswi yang bersangkutan memiliki IPK 3.8 dan merupakan mahasiswa penerima beasiswa KIP K (Kartu Indonesia Pintar – Kuliah)."

"Dengan demikian peristiwa itu tidak terkait dengan proses belajar mengajar di Program Studi D4 K3 Sekolah Vokasi UNS melainkan terkait dengan kondisi gangguan kejiwaan yang dialami mahasiswi yang bersangkutan," tuturnya.

Baca Juga: Isi Sepucuk Pesan yang Ditulis Wanita Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo: Aku Capek, Maaf Aku Tak Sekuat Ibu

Agus Riwanto menjelaskan DA sempat memberikan informasi kepada Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa dan Kepala Program Studi D4 K3 kalalu mempunyai masalah kejiwaan.

"Ada riwayat percobaan bunuh diri sejak tahun 2023 sampai 2025 dengan berbagai cara, antara lain overdosis obat dan peralatan tajam, dan pernah menjadi pasien Rumah Sakit Jiwa," ujarnya.

Korban DA Berdiri di Atas Tuas Besi Pembatas Jembatan

DA mengakhiri hidup lompat dari Jembatan Jurug, Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Selasa, 1 Juli 2025, sekitar pukul 12.00 WIB.

Di pinggir Jembatan Jurug ditemukan sepeda motor Honda Beat AA 3757 CY, tas hitam berisi ponsel, kartu identitas dan buku catatan kecil.

Baca Juga: Wanita Terjun dari Jembatan Jurug ke Sungai Bengawan Solo, Ditemukan Motor Honda Beat hingga Buku Catatan Kecil

Seorang driver ojek online, Hariadi mengatakan saat kejadian ia sedang mengantar penumpang dari arah Palur menuju RS PKU Muhammadiyah Solo.

Hariadi melihat korban berdiri di atas tuas besi pembatas jembatan melintas di atas Jembatan Jurug.

“Saya lihat cewek itu sudah ancang-ancang berdiri di atas besi."

"Saya sempat berhenti, saya teriak, ‘Mbak, sudah, enggak usah, turun saja!’."

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X