Kamis, 4 Juni 2026

ABG Tewas di Selokan Kali Progo Yogyakarta Diduga Korban Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Selasa, 24 Juni 2025 | 10:44 WIB
ILUSTRASI - ABG tewas di selokan Kali Progo Yogyakarta diduga korban kecelakaan (Pixabay/Mohamed_hassan)
ILUSTRASI - ABG tewas di selokan Kali Progo Yogyakarta diduga korban kecelakaan (Pixabay/Mohamed_hassan)

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan selokan.

Baca Juga: Pasha Ungu Geram Sang Anak Kiesha Alvaro Dikabarkan Ditampar oleh Aktor Dimas Anggara di Lokasi Syuting

Saat itu saksi sedang membersikan saringan pintu air selokan.

Tiba-tiba melihat sosok mayat yang tersangkut di pintu tersebut.

"Saksi yang merupakan petugas kebersihan selokan, pada pukul 08.00 WIB sedang membersihkan selokan di saringan pintu air selokan, kemudian melihat sesosok mayat yang tersangkut di pintu air selokan tersebut," ucap Sarjoko.

Temuan ini pun langsung dilaporkan pada Polsek Kalibawang.

Baca Juga: Penemuan Mayat Pria Pakai Baju Koko dan Sarung di Pekarangan Kosong di Kadipiro Solo, Korban Alami Depresi dan Sempat Hilang 4 Hari

Mayat laki-laki itu langsung dievakuasi menuju RSU Santo Yusup Boro untuk dilakukan identifikasi.

"Melihat hal itu, saksi lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalibawang, kemudian setelah mendatangi TKP petugas Polsek Kalibawang mengangkat mayat yang kemudian dibawa ke RSU Santo Yusup Boro untuk diidentifikasi oleh Inafis Polres Kulon Progo," ujarnya.

Adapun hasilnya, korban merupakan ABG laki-laki berinisial MR warga sekitar.

"Piket Identifikasi melakukan perbandingan sidik jari mayat dengan sidik jari yang dibawa oleh orang tua mayat dan telah identik dengan milik mayat," terangnya.

Baca Juga: Detik-detik Mantan Karyawan Minimarket di Kota Kupang Curi Brankas Terekam CCTV, Ternyata Aksi Ketiga Kali

Di samping itu, tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban.

Keluarga MR pun menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Hasil medis, korban tidak ada tanda tanda kekerasan. Keluarga juga tidak menghendaki dilakukannya proses autopsi," tandas Sarjoko.***

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X