"Sebelum dievakuasi, kita melakukan pemasangan gas oksigen terlebih dahulu untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, karena korban ketika telepon mengatakan kaki sebelah kiri mati rasa."
"Proses evakuasi kita melakukan penyobekan di bagian springbed dan pemotong per springbed. Hanya pakai manual tang potong sama cutter untuk sobek springbed," ujarnya.
Proses evakuasi korban membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Setelah itu, korban mendapatkan perawatan medis dari PMI.
"Tertancap hampir 1 sentimeter, jadi per dari springbed masuk sebalah kiri pinggul diamater 1 mili. Terdapat luka sobek di pinggul kiri, di Klaten kasus pertama kali."
"Kami mengimbau tetap pastikan dulu karena springbed per sudah berkarat dan harus dilakukan pengecekan berkala," tutup Satria Bagianto. ***
Artikel Terkait
Pria yang Ditemukan Tewas Tertabrak Kereta Api di Delanggu Klaten Diduga Tak Kuat Hadapi Masalah Lalu Nekat Mengakhiri Hidupnya
Wanita Berdaster Duduk di Tengah Rel Tewas Tertabrak Kereta Api di Ketandan Klaten, Warga Temukan Motor Honda Beat di Dekat TKP
Kondisi Wanita Berdaster Duduk di Tengah Rel Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta Api di Ketandan Klaten, Masinis Sudah Bunyikan Klakson
Rebahan, Seorang Pria Bokongnya Nyangkut di Kawat Per Kasur Springbed di Sidowayah Polanharjo Klaten, Damkar dan PMI Turun Tangan
Kondisi Pria Bokongnya Nyangkut di Kawat Per Kasur Springbed di Sidowayah Polanharjo Klaten, Petugas PMI Pasang Oksigen