Sabtu, 18 Juli 2026

Kronologi Lengkap Bokong Pria Nyangkut di Kawat Per Kasur Springbed di Sidowayah Polanharjo Klaten, Rebahan Lupa Pasang Sprei hingga Kaki Kebas

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 11 Juni 2025 | 08:52 WIB
Bokong seorang pria, H (21), terjebak dan tertancap di kawat per kasur springbed, di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa malam, 10 Juni 2025.  (Portaloka.id/WKP)
Bokong seorang pria, H (21), terjebak dan tertancap di kawat per kasur springbed, di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa malam, 10 Juni 2025. (Portaloka.id/WKP)

PORTALOKA.ID - Seorang pria, H (21), bokongnya tertancap di kawat per kasur springbed, di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa malam, 10 Juni 2025.

H mengatakan kejadian bermula saat ia selesai makan malam kemudian hendak rebahan di atas kasur di dalam kamar tidur.

Namun, saat itu H tidak mengetahui kalau kawat per springbed sudah keluar.

Sesaat kemudian, H merasa bokong sebelah kiri terasa perih dan sakit.

Baca Juga: Kondisi Pria Bokongnya Nyangkut di Kawat Per Kasur Springbed di Sidowayah Polanharjo Klaten, Petugas PMI Pasang Oksigen

Ternyata setelah diperiksa, kawat per springbed sudah tertancap di bokong.

"Saya habis makan akan kerja masuk malam, terus lari dari luar langsung rebahan."

"Tidak tahunya kasur springbed saya sudah keluar per-nya, lupa saya kasih sprei. Setelah itu langsung nyantol di pantat kiri," ucap korban H kepada Portaloka.id, Selasa malam, 10 Juni 2025.

Saat itu, H merasa panik lalu berusaha melepaskan sendiri secara manual.

Baca Juga: Rebahan, Seorang Pria Bokongnya Nyangkut di Kawat Per Kasur Springbed di Sidowayah Polanharjo Klaten, Damkar dan PMI Turun Tangan

Namun, bukannya lepas, kawar per justru semakin tertancap.

"Panik enggak bisa gerak kemana-mana. Saya tarik enggak bisa, saya paksa seperti nyantol begitu dan saya paksa lagi terdengar suara krek," ujarnya.

H yang sudah merasa kesakitan berusaha teriak minta tolong pada tetangga namun tidak ada yang merespons.

Beruntung saat itu H membawa ponsel sehingga langsung menghubungi Tim Pemadam Kebakaran atau Damkar Klaten untuk meminta pertolongan.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X