Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemilihan BSU sebagai bentuk stimulus, menggantikan rencana diskon listrik, didasarkan pada kesiapan data dan efektivitas eksekusi.
“Kita sudah rapat di antara para menteri, dan untuk pelaksanaan diskon listrik ternyata untuk kebutuhan atau proses penganggarannya jauh lebih lambat. Sehingga kalau kita tujuannya adalah untuk Juni dan Juli, kami memutuskan [diskon ini] tak bisa dijalankan,” ungkapnya.
Karena itu, pemerintah memutuskan mengalihkan anggaran ke program subsidi upah yang datanya sudah valid.
“Sama seperti tadi data Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dan sekarang karena BPJS Ketenagakerjaan datanya sudah clean, untuk betul-betul pekerja yang di bawah Rp3,5 juta dan sudah siap, maka kami memutuskan dengan kesiapan data dan kecepatan program untuk mentargetkan ke bantuan subsidi upah,” tegas Sri Mulyani.
Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi dengan total nilai Rp24,44 triliun yang ditandatangani pemerintah dan didorong langsung oleh Prabowo.
Langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah menjaga daya beli masyarakat kelas menengah-bawah di tengah ancaman perlambatan ekonomi global.***
Artikel Terkait
Aturan Baru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ada Jam Malam Bagi Pelajar hingga Masuk Sekolah Jam 6 Pagi
Jadwal Lengkap SPMB SMA Negeri 2025 di Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Cek di Sini Jangan Sampai Terlewatkan Ya!
4 Jalur Pendaftaran SPMB SMA Negeri di Klaten Jawa Tengah Tahun Ajaran 2025, Cek di Sini Ya!
Indeks Bisnis UMKM BRI: Kinerja Terus Tumbuh dan Tetap Optimis
Mengenal Lebih Dekat Ase Cabe, Kuliner Pedas Khas Tanah Pasundan, Kian Populer Berkat YouTuber Teh Shanty
Aksi Menantu Nekat Bacok Mertua Gara-Gara Daun Lamtoro di Giyanti Rowokele Kebumen, Korban Tersinggung hingga Memicu Cekcok