Sabtu, 18 Juli 2026

Momen Akrab Prabowo dan Megawati Sebelum Upacara Hari Lahir Pancasila

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 2 Juni 2025 | 15:08 WIB
Momen keakraban Prabowo dan Megawati jelang upacara Harlah Pancasila (Tim Media Presiden Prabowo)
Momen keakraban Prabowo dan Megawati jelang upacara Harlah Pancasila (Tim Media Presiden Prabowo)

PORTALOKA.ID - Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi, 2 Juni 2025, jelang dimulainya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terlihat berbincang akrab dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah momen yang mencuri perhatian.

Keduanya duduk saling berhadapan di sebuah meja oval panjang, ditemani sejumlah tokoh penting negara.

Di sisi kanan Prabowo tampak Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sementara di sisi kirinya duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI: Kinerja Terus Tumbuh dan Tetap Optimis

Megawati hadir dengan balutan kemeja putih lengan panjang, duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno.
Tak lama kemudian, Prabowo bahkan sempat berpindah tempat duduk, mendekat dan duduk tepat di sebelah Megawati, menandakan hubungan yang cair dan penuh rasa saling menghormati.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tampak ikut dalam perbincangan, menunduk setengah jongkok di antara keduanya untuk menyimak obrolan hangat tersebut.

Momen-momen informal ini terjadi hanya beberapa saat sebelum upacara dimulai, yang tahun ini mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

Baca Juga: Di Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Minta Masyarakat Gunakan Teknologi untuk Awasi Pejabat yang Menyimpang

Menjelang pelaksanaan upacara, Megawati juga terlihat berada di sisi belakang Prabowo, diapit oleh Gibran saat mereka berjalan bersama menuju mimbar kehormatan.

Interaksi ini mencerminkan harmoni simbolik antar pemimpin lintas generasi di tengah momentum kebangsaan yang sakral, memperkuat semangat persatuan dalam bingkai ideologi Pancasila.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X