Sabtu, 18 Juli 2026

Di Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Minta Masyarakat Gunakan Teknologi untuk Awasi Pejabat yang Menyimpang

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 2 Juni 2025 | 14:35 WIB
Pidato Prabowo di upacara Harlah Pancasila 2025 (Tim Media Presiden Prabowo)
Pidato Prabowo di upacara Harlah Pancasila 2025 (Tim Media Presiden Prabowo)

PORTALOKA.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk berani bersuara dan tidak tinggal diam jika melihat penyelewengan dalam pemerintahan.

Seruan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta pada Senin, 2 Juni 2025.

Dalam pidato yang berlangsung penuh semangat dan tekad itu, Prabowo menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan kosong, melainkan harus hidup dalam tindakan nyata, terutama dalam menegakkan keadilan dan memberantas korupsi.

"Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti. Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," tegas Prabowo.

Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI: Kinerja Terus Tumbuh dan Tetap Optimis

Prabowo juga menekankan pentingnya pengawasan publik terhadap para pemimpin dan pejabat negara.

Di era teknologi digital ini, rakyat diminta untuk tidak ragu menggunakan perangkat yang mereka miliki guna mencatat dan melaporkan tindakan-tindakan korup yang merugikan negara.

"Sekarang kita punya teknologi. Setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget. Kalau ada bukti, segera siarkan. Jangan mau terima penyelewengan, jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya," kata Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan kekayaan luar biasa. Namun, kekayaan tersebut kerap bocor akibat perilaku segelintir oknum yang menyalahgunakan kekuasaan.

Baca Juga: Aksi Menantu Nekat Bacok Mertua Gara-Gara Daun Lamtoro di Giyanti Rowokele Kebumen, Korban Tersinggung hingga Memicu Cekcok

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menertibkan pemerintahan tanpa pandang bulu dan memohon dukungan dari seluruh unsur bangsa, terutama generasi muda.

"Kami adalah angkatan yang sebentar lagi akan meninggalkan podium. Kita sekarang berjuang melawan korupsi supaya Anda mengambil alih negara dalam keadaan baik, kuat. Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia, tidak boleh ada kelaparan di Indonesia. Mari kita bersatu, jangan ragu-ragu," ujarnya di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir siapa pun yang tidak setia pada bangsa dan negara.

Ia memerintahkan agar seluruh lembaga dan aparatur negara segera berbenah dan membersihkan diri.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X