“Bancakan ini konsepnya panen kemudian dibagikan ke warga” kata Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono.
Pembagian semangka itu sekaligus jadi edukasi dan mengajak warga untuk kembali mengelola lahan mereka.
“Jadi ingin mengajak masyarakat untuk ikut terlibat lagi di dalam pertanian."
"Saat ini pertanian jadi sesuatu yang tidak menarik bagi masyarakat."
"Banyak lahan-lahan kosong yang tidak ditanami,” ucap Junaedi.
Ponggok Agro Techno Park rencananya akan jadi kawasan pertanian terpadu.
Di lokasi itu ada green house seluas 1.000 meter persegi yang digunakan untuk budi daya melon.
Ada juga kawasan untuk budi daya alpukat dan buah lainnya.
“Semangka ini sebenarnya hanya tumpang sari."
"Di sini yang utama itu durian dan alpukat."
"Karena menunggu panen butuh waktu cukup lama, jadi kami tanami semangka,” tuturnya.