“Bancakan ini konsepnya panen kemudian dibagikan ke warga” kata Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono.
Pembagian semangka itu sekaligus jadi edukasi dan mengajak warga untuk kembali mengelola lahan mereka.
“Jadi ingin mengajak masyarakat untuk ikut terlibat lagi di dalam pertanian."
"Saat ini pertanian jadi sesuatu yang tidak menarik bagi masyarakat."
"Banyak lahan-lahan kosong yang tidak ditanami,” ucap Junaedi.
Ponggok Agro Techno Park rencananya akan jadi kawasan pertanian terpadu.
Di lokasi itu ada green house seluas 1.000 meter persegi yang digunakan untuk budi daya melon.
Ada juga kawasan untuk budi daya alpukat dan buah lainnya.
“Semangka ini sebenarnya hanya tumpang sari."
"Di sini yang utama itu durian dan alpukat."
"Karena menunggu panen butuh waktu cukup lama, jadi kami tanami semangka,” tuturnya.
Artikel Terkait
Jadwal Lengkap Tahapan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2024 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, CATAT TANGGALNYA!
Kemeriahan Tradisi Sebaran Apem Yaa Qowiyyu di Klaten, Panitia Sebar 8 Ton Apem, Warga Antusias Berebut Dipercaya Datangkan Berkah
Polres Klaten Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada Serentak 2024
KPU Klaten Matangkan Persiapan Penerimaan Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Klaten Pilkada 2024
Ketua KPU Klaten Tegaskan saat Pendaftaran Pilkada 2024 Calon Bupati dan Wakil Bupati Wajib datang ke Kantor KPU Klaten
Kemeriahan Festival Gejog Lesung Kabupaten Klaten 2024 di Cawas, Bermusik Pakai Alat Penumbuk Padi dari Kayu yang Harus Dilestarikan
Gudang Kain Perca di Trucuk, Klaten Ludes Terbakar, 2 Mobil Pemadam dan 1 Truk Tangki Air Didatangkan ke Lokasi
Kronologi Kebakaran Gudang Kain Perca di Trucuk, Klaten, Ludes Tak Tersisa, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah
5 Fakta Kebakaran Gudang Kain Perca di Trucuk, Klaten hingga Ludes, Butuh 2 Mobil Damkar dan 1 Truk Tangki Air BPBD hingga Kerugian Puluhan Juta