Terdapat pula kemungkinan ketika NIK tidak muncul sebagai penerima bantuan sosial.
Berdasarkan sejumlah kasus, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan hasil pendataan dan penilaian kelayakan penerima.
Ada pun, faktor terkait perubahan kondisi sosial ekonomi, kesalahan data, atau persoalan dalam proses penyaluran.
Oleh sebab itu, tidak munculnya data penerima tidak selalu berarti terdapat masalah pada NIK.
Masyarakat dapat memastikan kembali data kependudukan serta status sosial ekonominya melalui jalur resmi.
Dalam sistem Cek Bansos, desil juga digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran bantuan.
Baca Juga: Diduga Ejek Korban Keracunana MBG Karo, Pegawai SPPG Bantul Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
Laman resmi Kemensos menyebut keluarga pada desil 1 hingga 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan bantuan Sembako.
Pada akhirnya, pengecekan melalui situs resmi dapat dilakukan kapan saja menggunakan ponsel selama memiliki akses internet.
Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memantau status data penerima bantuan sosial secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.***
Artikel Terkait
Terciduk Buka Tas Penumpang Lain, Viral Dugaan Percobaan Pencurian di Pesawat Air Asia: Langsung Diamankan Pramugara
SELAMAT! 230 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Semua Biaya Ditanggung APBN
Kondisi Siswi Karo yang Diduga Korban Keracunan MBG Kini Membaik, Sempat Dijenguk Wapres Gibran
Profil Danny Setiawan, Mantan Gubernur Jabar Itu Kini Telah Wafat di Usia ke-81
Selebgram Jule Ditangkap Buntut Temuan Vape Etomidate, Sebelumnya Polisi Geruduk Pabrik di Kos Jaksel
Rumah ASN di Cileunyi Bandung Digerebek Polisi, Ditemukan Puluhan Pohon Ganja
Fenomena 'Telur Ceplok' di Gunung Anak Krakatau Pasca Erupsi, Begini Penjelasan Kepala Pos Pantau
Berkat Sundulan King Eze, PSGC Ciamis Bekuk Sumsel United 2-0 di Laga Pegadaian Championship
Kronologi Kasus Aniaya Balita di Palembang, Bermula saat Pengasuh Suapi Korban Sambil Main HP
Dari Alun-Alun Ciamis, Gerakan Gemar Didorong Jadi Budaya Hidup Sehat