Kamis, 4 Juni 2026

Kelompok Tani Murih Raharjo Juwiring Klaten Bikin Pupuk Organik Cair untuk Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:14 WIB
Kelompok Tani Murih Raharjo di Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membuat pupuk organik cair dari bahan yang ada di sekitar rumah. (Portaloka.id/WKP)
Kelompok Tani Murih Raharjo di Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membuat pupuk organik cair dari bahan yang ada di sekitar rumah. (Portaloka.id/WKP)

PORTALOKA.ID - Kelompok Tani Murih Raharjo di Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah membuat pupuk organik cair dari bahan yang ada di sekitar rumah.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Dengan pupuk organi, hasil panen padi para petani juga lebih meningkat dan berbobot.

Kelompok tani yang beranggotakan 25 orang itu kompak membuat dan menggunakan pupuk organik sejak 4 tahun yang lalu.

Baca Juga: 10 Wisata Hits di Klaten Jawa Tengah untuk Liburan Akhir Pekan Bersama Keluarga, Ada Umbul Ponggok hingga Candramaya Pool and Resort

Ketua Kelompok Tani Murih Raharjo, Edi Suwarsono mengatakan dalam sekali pembuatan pupuk organik dibutuhkan sekitar 25 bahan dari sekitar rumah.

Di antaranya buah mojo, daun sambiloto, daun mindi, molase, air kelapa hingga lidah buaya dan lainnya.

Cara membuatnya, semua bahan dicacah dan digiling kemudian dicampur.

Selanjutnya, dimasukan ke dalam tangki drum dan difermentasi selama kurang lebih 2 minggu.

Baca Juga: Spot Nyeblak Tengah Sawah Adem Syahdu, Warung Seblak dan Baso Aci Jeder di Wonosari Klaten Cocok untuk Tempat Update Kehidupan Bareng Bestie

Sudah 4 tahun para petani merasakan manfaat dari pupuk organik tersebut.

Hasil yang sudah dirasakan yakni gabah lebih jernih dan bobotnya lebih meningkat.

Biasanya, dalam 1 karung gabah beratnya sektar 60 kilogram.

Namun, sejak menggunakan pupuk organik, bobotnya bisa naik jadi 65 kilogram hingga 68 kilogram per karung.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X